Menu

Mode Gelap
I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa Seni Menang di Tengah Kepungan Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

Hujjah Aswaja · 15 Mar 2024 05:41 WIB ·

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (4)


 Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (4) Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id- Ila hadhroti Nabiyyina wa Habibina wa Syafi’ina wa Maulana Sayyidina Muhammadin Shollallahu Alaihi Wassallam.. Al Fatihah
Wa Ila Hadhroti Syech Abdul Qodir al Jilaniy Wa Syech Imam Abul Hasan Asy-Syadzily wa ila khadhroti min imamitthoriqoh kullihim.. Al Fatihah
Tsumma ila khadroti ahli sanadina fi kitabil burdah al Habib Abdullah al Hindwan min al Al Habib Ali As Shihab min Asy Syech Nawawi al jepara min syaikhina wa murobbi ruhina simbah Sholeh Darat ushulihi wa furu’ihi, wa ustadzihi wa muridihi wa liman atba’a ilaihi.. Al Fatihah
Tsumna ila khadhroti khusushon shohibil burdah Syech imam Abu Abdullah Muhammad bin Sa’id al Bushiriy.. Al Fatihah

Bismillahirrohmanirrohim

Nadhom
(4)

Ayahsabusshobbu Annal Hubba Munkatimun # Ma Baina Munsajimin Minhu wa Mudh-thorimi

Wahai orang yg mabuk cinta, jatuh cinta dan bergelora cinta bisa menyimpan cintanya terhadap kekasihnya. Artinya, apakah bisa di duga bahwa sesungguhnya orang yg mabuk cinta itu bisa menyembunyikan mabuk cintanya diantara orang orang artinya tidak mungkin bisa orang mabuk cinta menyembunyikan mabuk cintanya. Dan perbuatan orang yg mabuk cinta tidak bisa ingkar dengan cucuran air mata dan kepiluan hati yang disebabkan sudah terlihat nampak jelas cucuran air mata.

Dan desahan desahan hati karena ingat sang kekasih atau kangennya hati kepada sang kekasih. Olehnya orang orang yg mabuk cinta tidak mungkin bisa ingkar karena sdh jelas nampak terlihat ciri cirinya. Maka manakala ada orang yang jelas jelas terlihat jatuh cinta tapi mengingkarinya dan kemudian di sindir sindir tetap saja mengelak maka syech al Bushiriy kembali menegaskan dengan bahasa yg tertuju jelas. Sesungguhnya rubah perubahan kata itu sudah menjadi kebiasaan para penyair.

Semoga ngaji burdah pada sesi ini manfaat, barokah dan mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW fiddiniy waddun-ya wal akhiroh.. Amin Amin Amin

#regolngabul

Bersambung..

Artikel ini telah dibaca 97 kali

Baca Lainnya

I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Iktikaf

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Ilustrasi khutbah Idulfitri

Menjemput Cahaya di Penghujung Ramadan: Lelaku Spiritual Sepuluh Hari Terakhir (Maleman)

10 Maret 2026 - 07:39 WIB

Ilustrasi Lailatul Qodar

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an

Ngaji Tematik Ramadhan, Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z

27 Februari 2026 - 04:02 WIB

Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z
Trending di Hujjah Aswaja