Menu

Mode Gelap
Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa

Hujjah Aswaja · 20 Mar 2024 04:28 WIB ·

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (9)


 Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (9) Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id- Ila hadhroti Nabiyyina wa Habibina wa Syafi’ina wa Maulana Sayyidina Muhammadin Shollallahu Alaihi Wassallam.. Al Fatihah
Wa Ila Hadhroti Syech Abdul Qodir al Jilaniy Wa Syech Imam Abul Hasan Asy-Syadzily wa ila khadhroti min imamitthoriqoh kullihim.. Al Fatihah
Tsumma ila khadroti ahli sanadina fi kitabil burdah al Habib Abdullah al Hindwan min al Al Habib Ali As Shihab min Asy Syech Nawawi al jepara min syaikhina wa murobbi ruhina simbah Sholeh Darat ushulihi wa furu’ihi, wa ustadzihi wa muridihi wa liman atba’a ilaihi.. Al Fatihah
Tsumna ila khadhroti khusushon shohibil burdah Syech imam Abu Abdullah Muhammad bin Sa’id al Bushiriy.. Al Fatihah

Bismillahirrohmanirrohim

Nadhom (2)

Kemudian syech Imam al Bushiriy bertanya lagi;

Am Habbatirrihu min tilqoi kadzimatin # wa awmadhol barqu fidzdzolmai min idhomi

Apakah juga tangisanmu hingga keluar air mata darah itu yg menjadi sebab terhembusnya angin yang datang dari arah desa kadzimah dimana disitu adl tempat tinggalnya kekasihmu. Dan apakah karena datangnya kilatan petir di malam yang kelam dari arah desa idhom dimana disitu adalah tempat tinggalnya kekasihmu. Apakah itu semua yaitu menunjukkan prilaku orang yg jatuh cinta selamanya membayangkan dan memikirkan kepada kebaikan kebaikan sang kekasih hati.


Maka ketika ada tiupan angin dari arah rumah sang kekasih, hatinya menebak nebak dan merasa galau jangan jangan angin itu berkata atau membawa khabar dari sang kekasih yang menjadikan sebab menangis haru dan menjadi pilu di hati.


Dan juga kebiasaan orang jatuh cinta selamanya saat saat malam tiba selalu mengharapkan datangnya kilatan cahaya yang bisa membayangkan wajah sang kekasih. Dari sanalah muncul pertanyaan pertanyaan Ya Asyiq Ya Muhib apakah tangisanmu yg bercucuran air mata darah itu adalah yang menjadi sebab ingatmu kepada sang kekasih yang berada di desa dzi salam?. Atau karena sebab tiupan angin dari desa kadzimah? Atau tangisanmu juga menjadi sebab adanya kilatan petir di malam yang kelam? Sehingga menjadikan kamu ingat dan membayangkan wajah sang kekasih yang berada di desa idhom.

Maka seakan akan orang yang ditanyai itu menjawab hai orang yang da’wa; aku tidak apa apa tidak jatuh cinta tidak pilu hati kepada seseorang, dan aku masih sehat tidak gila dan tidak tertarik hatiku kepada seseorang.


Adapun faidah dari 2 bait ini adalah manakala di tulis ada di sebuah wadah (gelas/mangkok/piring dll) kemudian diminumkan kepada hewan yg nakal maka akan menjadi penurut. Apabila di tulis di kulit kidang kemudian dikalungkan kepada anak anak yg lemah belajarnya atau sulit belajar bahasa arab maka cepat bisa.
Wallahu A’lam

Semoga ngaji burdah pada sesi ini manfaat, barokah dan mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW fiddiniy waddun-ya wal akhiroh.. Amin Amin Amin

Bersambung..

Artikel ini telah dibaca 100 kali

Baca Lainnya

I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Iktikaf

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Ilustrasi khutbah Idulfitri

Menjemput Cahaya di Penghujung Ramadan: Lelaku Spiritual Sepuluh Hari Terakhir (Maleman)

10 Maret 2026 - 07:39 WIB

Ilustrasi Lailatul Qodar

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an

Ngaji Tematik Ramadhan, Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z

27 Februari 2026 - 04:02 WIB

Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z
Trending di Hujjah Aswaja