Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Hujjah Aswaja · 26 Feb 2026 04:55 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan: Berkah Ramadhan di Sudut Jalan Jepara: UMKM Bergeliat, Inflasi Terjinak


 Ramadhan berkah di Kabupaten Jepara. Perbesar

Ramadhan berkah di Kabupaten Jepara.

Oleh ; Kyai Hisyam Zamroni

nujepara.or.id- Setiap sore menjelang berbuka, pemandangan di Kabupaten Jepara berubah drastis. Mulai dari perempatan jalan utama hingga sudut-sudut desa, aroma gorengan, sego tuntum, aneka ragam lawuh, segarnya es buah, es degan, horog-horog, adon adon coro, es dawet atau cendol hingga kepulan asap bakaran roti, sosis, pentol, sate aci mulai memenuhi udara. Fenomena “Ngabuburit” bukan sekadar tradisi menunggu adzan Maghrib, melainkan menjadi mesin penggerak ekonomi yang luar biasa bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Geliat Ekonomi di Setiap Perempatan

Ramadhan tahun ini menjadi panggung bagi ratusan pedagang musiman dan pelaku UMKM di Jepara. Keramaian yang terpusat di titik-titik strategis—seperti area Alun-alun, Jalan Kartini, hingga perempatan jalan di kecamatan-kecamatan—menciptakan perputaran uang yang sangat cepat. Hal ini menimbulkan: Pertama, Diversifikasi Produk: Tidak hanya menjual takjil konvensional, UMKM Jepara kini lebih kreatif dengan kemasan modern. Kedua, Penyerapan Tenaga Kerja: Banyak pemuda lokal yang ikut membantu usaha keluarga atau membuka lapak sendiri selama bulan puasa. Ketiga, Aksesibilitas Dekatnya lokasi pedagang dengan pemukiman mengurangi biaya transportasi warga untuk mencari kebutuhan berbuka.

Menahan Laju Inflasi Daerah

Secara makro, ramainya pasar takjil dan aktivitas UMKM di pinggir jalan ini memberikan dampak positif yang tak terduga: membantu menekan inflasi daerah. Bagaimana caranya?

Pertama, Stabilitas Harga Melalui Kompetisi: Melimpahnya jumlah pedagang menciptakan persaingan harga yang sehat. Masyarakat memiliki banyak pilihan (substitusi) sehingga harga pangan olahan tetap terjangkau. Kedua, Distribusi Pendapatan Langsung: Uang yang dibelanjakan warga langsung masuk ke kantong produsen lokal, bukan ke ritel besar, sehingga daya beli masyarakat di tingkat bawah tetap terjaga. Ketiga, Memperpendek Rantai Pasok: Banyak pedagang takjil menggunakan bahan baku langsung dari pasar tradisional lokal, yang menjaga sirkulasi komoditas pangan di dalam daerah sendiri.

“Maraknya UMKM di bulan Ramadhan adalah ‘katup penyelamat’ ekonomi. Ketika konsumsi rumah tangga meningkat, ketersediaan barang yang melimpah di setiap sudut jalan menjaga agar harga tidak melambung liar.”

Kesimpulan

Ngabuburit di Jepara kini telah bertransformasi dari sekadar kegiatan sosial menjadi pilar ekonomi musiman yang tangguh. Kehadiran para pedagang di setiap perempatan jalan yang menjajakan kuliner lokal seperti beragam gorengan, sego tuntum, beragam lauk pauk, minuman segar es degan, es buah, horog horog, adon adon coro, es dawet atau es cendol dan lain lain bukan hanya memudahkan warga mencari santapan berbuka, tetapi juga menjadi strategi alami dalam menjaga stabilitas ekonomi Kabupaten Jepara di tengah fluktuasi harga nasional. Ramadhan menjadi berkah baik secara spiritual maupun prilaku ekonomi

H. Hisyam Zamroni; Sekretaris Idaroh Syu’biyah Jatman Kabupaten Jepara

Artikel ini telah dibaca 148 kali

Baca Lainnya

I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Iktikaf

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Ilustrasi khutbah Idulfitri

Menjemput Cahaya di Penghujung Ramadan: Lelaku Spiritual Sepuluh Hari Terakhir (Maleman)

10 Maret 2026 - 07:39 WIB

Ilustrasi Lailatul Qodar

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an

Ngaji Tematik Ramadhan, Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z

27 Februari 2026 - 04:02 WIB

Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z
Trending di Hujjah Aswaja