Menu

Mode Gelap
Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan? Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

Kabar · 25 Okt 2021 13:17 WIB ·

Hari Santri, IPNU-IPPNU Petekeyan Gelar Gebyar Maulid


 Hari Santri, IPNU-IPPNU Petekeyan Gelar Gebyar Maulid Perbesar

KH. Zubaidi Masyhud sampaikan tausiyah untuk kader IPNU IPPNU.

nujepara.or.id – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri tahun 2021, Pimpinan Ranting (PR) IPNU – IPPNU Desa Petekeyan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara menggelar Gebyar Maulid yang diisi dengan berbagai lomba untuk pelajar di Desa Petekeyan.

Perlombaan yang digelar mulai dari jenjang PAUD sampai MA dan Antar Mushala Pondok Pesantren. Ada 7 lomba yang digelar yaitu Srakalan, Adzan, Membaca Al-Barjanji, Olimpiade Aswaja, Tahfidz Juz Amma, Mewarnai, Imlak. Kegiatan lomba berlangsung Senin – Rabu (18-20/10/2021) yang tersentral di Gedung NU Desa Petekeyan.

Ketua PAC IPPNU Tahunan Rafelia Agustiani mengapresiasi kegiatan tersebut. menurutnya kegiatan yang melibatkan banyak pihak ini tentunya akan berdampak besar terhadap pergerakan IPNU IPPNU di Desa Petekeyan.

“Semoga pergerakan IPNU-IPPNU di Ranting tambah masif pasca kegiatan ini dan anggota kader tambah banyak,” harap Rafelia.

Selain beragam lomba acara puncaknya Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Petelekeyan masa khidmah 2021-2023. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Baitu Hidayatit Taqwa yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, Badan Otonom Nahdlatul Ulama’ (Muslimat, Ansor, Fatayat), PAC, dan PC IPNU-IPPNU Jepara.

Hadir menyampaikan tausiyah KH. Zubaidi Masyhud. Dalam ceramahnya ia berpesan kepada kader IPNU-IPPNU agar mempunyai perangai akhlak mulia, ngluhurake agama Allah SWT lewat IPNU-IPPNU dengan niatan Lillahi ta’ala.

“Sebagai kader IPNU-IPPNU tidak boleh menjadi ajang sangar-sangaran. IPNU-IPPNU harus tetap mengkaji kitab kuning, dan yang utama ikut serta dalam pembangunan masyarakat (sosial),” pungkasnya. (aa)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara
Trending di Kabar