Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Kabar · 27 Mar 2022 15:26 WIB ·

Reaktualisasi Pidato Mbah Hasyim Asy’ari


 Reaktualisasi Pidato Mbah Hasyim Asy’ari Perbesar

nujepara.or.id – Bulan Ramadan 1355 H atau 88 tahun yang lalu, Khadhrotus Syaikh Hasyim Asy’ari menyampaikan pesan penting kepada seluruh warga nahdliyin. Pesan itu diingatkan lagi oleh Rois Syuriah Jawa Tengah KH. Ubaidillah Shodaqoh baru-baru ini. Apa saja pesan dari muassis NU itu?
 
Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh
 
Menurut Mbah Ubaid;  Mbah Hasyim menyitir pesan Nabi Isa AS (kepada para ashhabnya), “..innakum La tudrikuuna ma tuhibbuna, Illa bisshobri ‘ala ma takrohuuna!” (Sesungguhnya kalian, tidak akan pernah menggapai apa yang kalian cita-citakan, kecuali dengan bersabar atas “pahit getirnya” perjuangan!).
Lebih jauh, ihwal bersabar ini, beliau menekankan ; pengurus NU haruslah  tanggap dan membaca dinamika dan realitas yang ada. Realitas “ketidakpahaman” dan ‘ketidakmaubacaan” pada AD/ART .
Kedua, sikap “konsisten” haruslah dipegang teguh, atau “muqorroroh”  atas apa yang dicanangkan dalam garis garis besar maupun visi dan misi. Oleh karena itu, lanjut beliau dalam setiap konferensi para pengurus NU jangan hanya mencatat dan mendaftar berbagai “keinginan saja”. Tapi yg terpenting dari itu adalah pada kerja dan realisasinya.
Mbah Ubaid juga menggarisbawahi pidato Mbah Hasyim yang ketiga, yakni pengurus  NU haruslah “peka” terhadap dinamika problem -problem kemasyarakatan dan keumatan. Lalu bagaimana caranya meningkatkan taraf hidup warga jam’iyah dan tetap berdiri tegak mengawal mereka, bahkan sampai ketika terjadi konflik-konflik kepentingan semisal antara masyarakat Vs negara/pemerintah, maka pengurus NU harus membela hak hak warga masyarakat. (MRH)

Artikel ini telah dibaca 167 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim
Trending di Kabar