Menu

Mode Gelap
Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa Seni Menang di Tengah Kepungan

Hujjah Aswaja · 18 Jul 2022 04:10 WIB ·

Muskercab NU Jepara Menyoroti Zona Ekspansi Industri, Gus Yatun: Harus Jelas Manfaat dan Mudharatnya!


 Muskercab NU Jepara Menyoroti Zona Ekspansi Industri, Gus Yatun: Harus Jelas Manfaat dan Mudharatnya! Perbesar

nujepara.or.id- Musyawarah Kerja Cabang Nahdlatul Ulama (Muskercab NU) Kabupaten Jepara selesai digelar. Kegiatan yang dilaksanakan  di Pondok Pesantren Zhilalul Qur’an, Desa Raguklampitan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara Minggu, (17/7/2022) mengangkat tema Revitalisasi Jam’iyyah Dalam Penerapan Kebijakan Umum PCNU Jepara.

Dari pantauan nujepara.or.id, hasil sidang enam komisi yang terdiri dari Komisi Agama dan Ideologi, Komisi Pendidikan dan Profesi Bidang Pendidikan, Komisi Ekonomi, Kesehatan, Pertanian, Perkebunan, Nelayan, Peternakan dan Perikanan. Komisi Politik, Hukum, Sosial Budaya, Jaringan dan Kerjasama, Komisi Organisasi, Kelembagaan dan Kaderisasi NU, serta Komisi Bahtsul Masail, masing-masing merumuskan program kerja jangka panjang maupun jangka pendek.

Beberapa  program besar PCNU Jepara yang dirumuskan oleh masing-masing komisi, mulai rencana mendirikan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU), revitalisasi koin NU oleh Lazisnu, pengembangan usaha oleh Lembaga Ekonomi NU yang dituangkan dalam MoU dengan MWC Tahunan terkait air mineral BLJ, hingga penguatan ideologi Aswaja di kalangan Nahdliyin.

Sebelumnya, dalam pembukaan Muskercab NU yang dihadiri oleh seluruh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara, Lembaga NU, Badan Otonom (Banom), MWC NU se Kabupaten Jepara, Pj. Bupati Jepara Edy Supriyanta, Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif, Kapolsek, Danramil serta Forkopimcam, ada beberapa permasalahan yang menjadi sorotan, yakni ekspansi zona industri, Ranperda Pesantren dan Ranperda RT/RW.

Rois Syuriah KH Hayatun Nufus dan Ketua Tanfidziyah KH Charis Rohman menegaskan jika NU akan terus mengawal dua ranperda itu. Terlebih Ranperda RT/RW yang ingin menambah jumlah kawasan industri di Jepara.

“NU tak ingin Pemkab dan DPRD Jepara “masuk angin” sehingga kebijakan itu justru malah memunculkan masalah di kemudian hari”, ujar Gus Yatun, sapaan akrab KH Hayatun Nufus.

“Pabrik-pabrik yang ada itu dievaluasi dulu dari berbagai sisi. Kami tidak menolak investor tapi harus jelas manfaat dan mudharatnya untuk Jepara,” tandas Gus Yatun. (ua/mo)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia

16 Maret 2026 - 19:11 WIB

I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Iktikaf

Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa

12 Maret 2026 - 14:45 WIB

Teknik Rahasia Menepi ala Nabi Musa

Seni Menang di Tengah Kepungan

12 Maret 2026 - 14:34 WIB

Seni Menang di Tengah Kepungan

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Ilustrasi khutbah Idulfitri
Trending di Hujjah Aswaja