Menu

Mode Gelap
Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan? Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

Esai · 28 Mar 2023 14:18 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan: “Macak” Menjadi Gusti Allah SWT 


 Ngaji Tematik Ramadhan: “Macak” Menjadi Gusti Allah SWT  Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Semua mahluk yang ada di bumi dan langit khususnya manusia diciptakan oleh Gusti Allah SWT, maka disebut “hamba”. Kehambaan manusia di hadapan Gusti Allah SWT termaktub indah di dalam al Qur’an;  “Wama Kholaqtul jinna wal insa illa liya’budun.” 

Kedudukan sebagai “abd” memiliki nilai dasar bahwa hakekat manusia adalah diadakan atau diciptakan sehingga manusia “ta’alluq” tergantung secara penuh kepada Yang Mengadakan  atau Yang Menciptakan.

Konsekuensinya manusia memiliki kewajiban “mengabdi” atau “tunduk” kepada “Yang Menciptakan” yaitu tunduk dan patuh sepenuh hati  kepada Gusti Allah SWT. Proses “ketundukan” ini dimanifestasikan dengan yang disebut “ibadah” yaitu proses “perjumpaan” yang intens antara manusia sebagai hamba dengan Gusti Allah SWT.

Namun seringkali kita melihat, kedudukan sebagai “hamba” tanpa sadar  justru menjelma menjadi  “macak” menjadi Gusti Allah SWT. Yaitu dengan menyatakan diri “agen” bahkan “menempati kedudukannya” Gusti Allah SWT dengan menafikan orang lain.

Atau juga dengan “mengkapling surga” yaitu tempat yang dijanjikan oleh Gusti Allah SWT untuk hamba yang muttaqin. Namun justru malah dikapling untuk dirinya atau kelompoknya. Sedang kelompok lain yang dianggap berseberangan dengan dirinya “dikapling” masuk neraka.

Kondisi “macak” menjadi Gusti Allah sangat tidak pantas dilakukan seorang hamba. Bahkan mestinya kehambaan kita haruslah total; tiada yang patut disembah kecuali Gusti Allah SWT. 

Semoga kita menjadi hamba yang betul-betul menghamba secara total di hadapan Gusti Allah SWT. Aamiin Aamiin Aamiin

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara

Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara
Trending di Kabar