Menu ✖

Mode Gelap
Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Esai · 28 Mar 2023 14:18 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan: “Macak” Menjadi Gusti Allah SWT 


 Ngaji Tematik Ramadhan: “Macak” Menjadi Gusti Allah SWT  Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Semua mahluk yang ada di bumi dan langit khususnya manusia diciptakan oleh Gusti Allah SWT, maka disebut “hamba”. Kehambaan manusia di hadapan Gusti Allah SWT termaktub indah di dalam al Qur’an;  “Wama Kholaqtul jinna wal insa illa liya’budun.” 

Kedudukan sebagai “abd” memiliki nilai dasar bahwa hakekat manusia adalah diadakan atau diciptakan sehingga manusia “ta’alluq” tergantung secara penuh kepada Yang Mengadakan  atau Yang Menciptakan.

Konsekuensinya manusia memiliki kewajiban “mengabdi” atau “tunduk” kepada “Yang Menciptakan” yaitu tunduk dan patuh sepenuh hati  kepada Gusti Allah SWT. Proses “ketundukan” ini dimanifestasikan dengan yang disebut “ibadah” yaitu proses “perjumpaan” yang intens antara manusia sebagai hamba dengan Gusti Allah SWT.

Namun seringkali kita melihat, kedudukan sebagai “hamba” tanpa sadar  justru menjelma menjadi  “macak” menjadi Gusti Allah SWT. Yaitu dengan menyatakan diri “agen” bahkan “menempati kedudukannya” Gusti Allah SWT dengan menafikan orang lain.

Atau juga dengan “mengkapling surga” yaitu tempat yang dijanjikan oleh Gusti Allah SWT untuk hamba yang muttaqin. Namun justru malah dikapling untuk dirinya atau kelompoknya. Sedang kelompok lain yang dianggap berseberangan dengan dirinya “dikapling” masuk neraka.

Kondisi “macak” menjadi Gusti Allah sangat tidak pantas dilakukan seorang hamba. Bahkan mestinya kehambaan kita haruslah total; tiada yang patut disembah kecuali Gusti Allah SWT. 

Semoga kita menjadi hamba yang betul-betul menghamba secara total di hadapan Gusti Allah SWT. Aamiin Aamiin Aamiin

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara

Artikel ini telah dibaca 90 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?
Trending di Kabar