Menu

Mode Gelap
Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

Hujjah Aswaja · 22 Sep 2023 04:16 WIB ·

Ngaji Thematik Maulid : Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW dan Komunikasi Massa


 Ngaji Thematik Maulid : Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW dan Komunikasi Massa Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni

nujepara.or.id – Gusti Allah SWT memerintahkan Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW mengkhabarkan Islam kepada manusia dengan bahasa yang santun lembut, sebagaimana termaktub dalam al Qur’an:

“Fabima Rohmatin Minallahi Linta lahum, wa law kunta fadzdzon gholidzol qolbi lanfadhdhu min hawlik.. fa’fu ‘anhum wastaghfir lahum wasyawirhum fil amri faidza ‘azamta fatawakkal ‘Alallah, Innallah yuhibbul mutawakkilin”

Ayat diatas begitu konsepsional dalam hal tata-cara menyampaikan pesan dan proses memecahkan masalah.

Dalam menyampaikan pesan apa pun kepada seseorang, kita diajarkan dengan cara yang santun lembut, tidak dengan cara cara yang kasar yang justru mereka akan menjauh dari kita. Kelembutan bukan berarti sesuatu yang lemah, melainkan sebuah kekuatan “rasa” yang justru mengetuk pintu hati yang paling dalam yaitu “kesadaran diri”.

Konsep komunikasi santun lembut ini adalah proses penting pembentukan sistem diskusi atau musyawarah dalam memecahkan problematika sosial. Penyampaian pesan dalam diskusi atau musyawarah dengan cara yang santun lembut memberikan kesan positif bahwa kebaikan kebaikan hanya bisa meresap dan diterima dengan “sempurna” jika disampaikan dengan jalan atau dengan cara yang santun lembut.

Sekarang ini, kita lihat penyampaian pesan dengan cara yang “kasar” dengan “bumbu dalil dalil” begitu subur bahkan menjadi “idola”, padahal konsep teks al Qur’an diatas memberikan “titik lingkar” yang jelas yaitu penyampaian pesan dengan cara santun lembut.

Semoga Gusti Allah SWT memberikan kita laku santun lembut terhadap sesama… Aamiin Aamiin Aamiin.

Artikel ini telah dibaca 90 kali

Baca Lainnya

Memahami Hikmah Iedul Adha : Menjaga Hati Di Era Medsos

26 Mei 2026 - 20:32 WIB

Sapi kurban

Memahami Hikmah Iedul Adha : Menjaga Hati Di Era Medsos

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Iduladha

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga

30 April 2026 - 11:49 WIB

H. Hisyam Zamroni: Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

29 April 2026 - 09:36 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara
Trending di Hujjah Aswaja