Menu

Mode Gelap
Tantangan Zaman Baru: Eksistensi “Al-Qur’an Berjalan” di Era Disrupsi Digital dan Post-Truth Nuzulul Qur’an, YPM NU Santuni Yatama, Anak PAUD dan Dhuafa Manuskrip Cahaya: Transformasi Nuzulul Qur’an dari Teks Langit Menjadi Denyut Nadi dan Peradaban Insani Sumungku Manembah: Ketundukan Mutlak Alam Semesta Pintu di Ujung Perjalanan

Kabar · 5 Agu 2016 03:51 WIB ·

Akidah dan Akhlak Tanggung Jawab NU


 Akidah dan Akhlak Tanggung Jawab NU Perbesar

MWC NU Bangsri

KETUA Tanfidziyah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq saat mengisi acara di Mushala Al Amin Desa Banjaragung Kecamatan Bangsri, Jepara

JEPARA – Penyebaran informasi di era digitalisasi teknologi  saat ini,  begitu cepat dan daya  jangkaunya sangat luas. Kehati-hatian penting sebagai filter buat anak didik dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan KH Hayatun (Gus Yatun), ketua Tanfidziyah PCNU Jepara Kamis (4/8), dalam pengajian di Mushala Al Amin Desa Banjaragung Kecamatan Bangsri, Jepara.

“Sebuah informasi yang disampaikan seperti ini (pengajian-red), hanya dilihat dan didengar oleh beberapa orang yang hadir. Namun, jika disampaikan melalui media sosial, media massa yang terhubung internet bisa dilihat dan didengar ratusan bahkan jutaan orang setiap harinya,” papar Gus Yatun.

Gus Yatun mencontohkan, di kampungnya ada warga yang terpengaruh informasi melalui sebuah grup WA, lalu ikut aliran tertentu. Di antara informasi (ajaran) yang disampaikan aliran tersebut adalah perempuan diperbolehkan shalat, puasa, membaca Alquran dalam keadaan haidh. Ajaran lainnya, orang yang sudah meninggal tidak dapat memberi syafaat, sekalipun orang tersebut adalah nabi.

“Saya sudah sampaikan bukti-bukti kepada MUI Kabupaten Jepara dan juga Rais Syuriah NU untuk menindaklanjuti kejadian ini,” kata Gus Yatun.

Dia minta, agar pengurus NU dan perangkat desa selalu mengadakan kegiatan-kegiatan positif untuk masyarakat di lingkungan masing-masing dan dilakukan terus menerus. Sehingga kegiatan negatif yang merusak warga dapat terkikis sedikit demi sedikit.

NU, kata Gus Yatun, turut bertanggung jawab NU masalah keagamaan, terutama akidah dan akhlak. Sedangkan masalah kebutuhan hajat hidup masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah,  NU sifatnya membantu saja.

“Jika ada warga yang kelaparan, itu tanggung jawab pemkab. Jika ada warga yang berpaling dari akidah ahlussunnah wal jamaah, rais Syuriah yang bertanggungjawab pertama kali, saya orang nomor dua yang bertanggung jawab,” tandas Gus Yatun. (Ula-ms)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tantangan Zaman Baru: Eksistensi “Al-Qur’an Berjalan” di Era Disrupsi Digital dan Post-Truth

8 Maret 2026 - 16:18 WIB

Nuzulul Qur’an, YPM NU Santuni Yatama, Anak PAUD dan Dhuafa

8 Maret 2026 - 05:49 WIB

Kegiatan santunan yatama, anak PAUD dan dhuafa yang dilakukan YPM NU Jepara

Manuskrip Cahaya: Transformasi Nuzulul Qur’an dari Teks Langit Menjadi Denyut Nadi dan Peradaban Insani

7 Maret 2026 - 10:58 WIB

ILUSTRASI Al-Qur'an jadi denyut nadi peradaban insani

Sumungku Manembah: Ketundukan Mutlak Alam Semesta

7 Maret 2026 - 10:50 WIB

Pintu di Ujung Perjalanan

7 Maret 2026 - 10:16 WIB

ILUSTRASI Pintu di Ujung Perjalanan

Cermin Dua Arah

7 Maret 2026 - 09:43 WIB

ILUSTRASI Cermin Dua Arah
Trending di Kabar