Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 26 Jul 2016 10:30 WIB ·

Aset Tak Bergerak NU Harus Diurus


 Aset Tak Bergerak NU Harus Diurus Perbesar

peletakan batu pertama

KETUA Tanfidziyah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq saat menuangkan beton dalam peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hidayatur Rohman Desa Suwawal Timur Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Jumat (22/7)


JEPARA – Dalam pengarahannya di acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hidayatur Rohman Suwawal Timur Kecamatan Pakis Aji, Jumat (22/7) Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq  (Gus Yatun), meminta agar aset-aset NU, seperti masjid, mushala, pondok pesantren, madrasah dan kuburan yang status tanahnya secara administratif belum beres agar segera diurus.
” Masjidnya megah tapi tanahnya nggak jelas. Itu nanti yang akan jadi masalah. Maka dari itu PCNU Jepara menyerukan kepada warganya, masjid, mushala atau madrasah yang status tanahnya belum jelas secara administratif kenegaraan agar segera diurus. Insyaallah PCNU Jepara akan membantu semaksimal mungkin,” kata Gus Yatun.
Acara peletakan batu pertama itu dihadiri Rais Syuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Noor Umar, juga para pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) Kecamatan Pakis Aji dan Pengurus Ranting Suwawal Timur, petinggi (kepala desa) berikut seluruh perangkatnya dan sejumlah tokoh masyarakat sekitar masjid.
Dalam sambutannya, Takmir Masjid Hidayatur Rohman Kiai Zubaidi, mengatakan pembangunan masjid ini ditopang dengan 17 tiang pancang. Menara masjid tingginya dibuat 17 meter dan peletakan batu pertamanya dimulai tepat pukul 17.00. Angka 17 dimaksud adalah i’tibar dari hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.
Kiai Ubaidillah  Noor Umar mengawali peletakan batu pertama dengan panjatan doa tepat pukul 17.00. Kegiatan ini diakhiri dengan makan bersama. (Ulul Abshor-ms)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar