Menu

Mode Gelap
Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan? Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

Kabar · 28 Jun 2016 03:35 WIB ·

Bedah Buku Bekali Skill Menulis Santri


 Bedah Buku Bekali Skill Menulis Santri Perbesar

Bedah Buku di jepara

Jepara – Rabu, 22 Juni 2016, tepat pukul 09.00, santriwan-santriwati pesantren Al-Mustaqim Bugel, Kedung, Jepara berkumpul di aula utama pesantren.

Pagi itu adalah pagi yang spesial bagi para santri, karena hari itu adalah hari terakhir posonan di pesantren dan juga diadakan bedah novel Kunthul Nucuk Mbulan karya Sahal Japara.

Sebelum acara bedah buku dimulai, diadakan opening ceremony oleh Ketua Yayasan Muhsin Ali, H. Sholahuddin. Dalam Sambutannya, pria yang akrab dipanggil Gus Sholah ini menyampaikan beberapa poin penting, di antarannya adalah menyambut baik kegiatan bedah novel tersebut.

”Pesantren Al-Mustaqim sedang concern untuk membekali skill menulis kepada para santri oleh karena itu kegiatan ini sangat positif untuk memotivasi literasi di kalangan para santri,” tutur putera almarhum KH. Muhsin Ali ini.

”Para santri bisa memulai menulis dengan keberanian untuk menuliskan lokalitas yang ada di pesantren,” imbuhnya.

Novel Kunthul Nucuk Mbulan adalah sebuah novel karangan Sahal Japara yang melukiskan tentang seorang santri bernama Fauzan Adziman yang berusaha menyelami simbol-simbol sufistik yang ditorehkan oleh Waliyullah Syaikh Ahmad Mutamakkin. Seorang Wali penyebar Agama Islam di Pantura, tepatnya di Pati pada sekitar Abad 17.

Sahal Japara disamping menyampaikan isi dari Novel Kunthul Nucuk Mbulan, juga menyampaikan bagaimana jalinan antara pesantren yang ada di Kajen dengan pesantren-pesantren yang ada di Bugel Kedung Jepara.

Simbah Nyai Aisyah almarhumah, istri KH Abdullah Zain Salam, adalah asli dari Bugel. Dari sini, bisa dikatakan Bugel punya silsilah yang erat dengan Kajen. Demikian yang dikatakan Sahal Japara.

Bedah buku berlangsung dengan gayeng, dan dihadiri tidak hanya santri Pondok Pesantren Al-mustaqim, tetapi juga pesantren sekitar, seperti pesantren An-nur Mangunan, Tahunan Jepara dan pesantren yang tergabung dalam RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyyah).

Acara bedah buku ditutup saat bedug dhuhur bertaluh. Dan penutupan acara ditandai dengan pemberian 3 Buku karya Sahal Jepara untuk perpustakaan Pesantren Al-Mustaqim. (sho)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara
Trending di Kabar