Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Kabar · 9 Sep 2019 03:15 WIB ·

Berebut Berkah Sego Suro


 Berebut Berkah Sego Suro Perbesar

Kirab Sego Suro Desa Guyangan.

nujepara.or.id – Acara sakral yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Guyangan Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara ini dilaksanakan tiap tanggal 8 Suro (Muharram) sebagai kegiatan yang bersinergi dengan peringatan haul almaghfurlahu KH. Musthofa Abdul Hamid Guyangan Umbuk-umbuk.

Kegiatan kirab ini berlangsung mulai pukul 13.30 wib sampai selesai dengan mengarak Sego Suro raksasa beserta gunungan hasil bumi dan 11 macam ubo rampe khas budaya Jawa sebagai simbol persatuan 11 RW se desa Guyangan dengan berjalan kaki mengelilingi jalur lingkar Dukuh Umbuk-umbuk dan Dukuh Nganjir dan diikuti aneka ragam pakaian adat, pakaian hias hasil kreasi warga dengan diiringi pasukan drumband dan tanjidor.

Ikut meramaikan pula ribuan peserta kirab dan pengunjung yang memadati titik pusat kegiatan dan sepanjang jalan lintas karnaval.

Pengamanan kegiatan dan lalu lintas dikawal oleh Babinsa, Babinkamtibmas, Banser dan pemuda beshuss sebagai panitia.

Sakralitas kegiatan kirab ini karena ditunjang dengan peragaan dan ubo rampe yang diarak keliling ini memiliki makna filosofi yang sangat dalam sehingga kegiatan benar-benar berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan almaghfurlahu KH. Musthofa Abdul Hamid sebagai salah satu tokoh sesepuh penyebar agama Islam di desa Guyangan dan sekitarnya.

Berebut Berkah Sego Suro

Setelah kirab sampai finish di halaman Masjid Baitul Mu’minin, warga berebut berkah Sego Suro raksasa di halaman Masjid dengan berjubel untuk turut kepungan menikmati keberkahan sego suro yang kaya akan sejarah, tak luput pula gunungan hasil bumi menjadi rebutan warga dan pengunjung untuk mencari berkah sampai habis tak tersisa.

Keberkahan puncak dikemas dalam kegiatan zikir dan doa bersama Majlis dzikir dan maulidurrasul al-khidmah beserta tausiyah pada malam hari. Semoga keberkahan ini meluber kepada semua warga dan pembaca sekalian, Amin. (Faiz Abdurrahman)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim
Trending di Kabar