Menu ✖

Mode Gelap
Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

IPNU-IPPNU · 27 Mei 2019 04:42 WIB ·

Bukber Pererat Silaturrahim Pelajar NU Mayong


 Bukber Pererat Silaturrahim Pelajar NU Mayong Perbesar

Pelajar NU Mayong melaksanakan Bukber dan Seminar Kebangsaan.

nujepara.or.id – Dalam rangka mempererat silaturrahim Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Pelajar lainnya,  PAC  IPNU IPPNU Mayong Kabupaten Jepara mengadakan Buka Bersama dan Seminar Kebangsaan di Pendopo Kecamatan Mayong, Jepara, Sabtu (25/5/2019).

Acara yang mengusung tema “Dari NU untuk Negeri: Merajut Nasionalisme dalam Kebhinnekaan Serta Menolak Faham Radikal dan Tindakan Anarkis” tersebut dihadiri anggota IPNU-IPPNU se-Kecamatan mayong, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM), dan pemuda Agama Kristen Katholik Mayong.

Ketua Panitia, Ali Syahab mengatakan tujuan acara ini selain untuk untuk mempererat persatuan walaupun beda agama. Ia berharap pelajar di Mayong ini tahu tentang hal sosial bukan hanya agama. “Biar mereka tidak mudah ikut organisasi radikal,” ungkapnya.

Ali juga berharap agar ke depannya pelajar bisa berpikir mengenai hal radikalisme. Sehingga tidak ada pelajar NU yang mudah tercuci otaknya oleh organisasi-organisasi radikal karena aset paling berharga untuk negara adalah anak muda.

Ketua PAC IPNU Mayong, Muhammad Muslim sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Serta mengimbau pelajar NU lebih merasa memiliki NKRI dan menghargai perbedaan serta menjunjung tinggi kebhinnekaan. Hal itu tercermin dengan mengundang pemuda gereja katholik dan kristen di acara ini. “Meski kita berbeda agama, silaturrahim harus bisa terjalin dengan baik,” ujarnya. (ifa/salim)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Trending di Headline