Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

Kabar · 26 Jan 2020 11:09 WIB ·

Fatayat Siapkan Kader Pelatih Andal dan Multi Talenta


 Fatayat Siapkan Kader Pelatih Andal dan Multi Talenta Perbesar

Training of Trainer Fatayat NU se-Eks Karisidenan Pati di Gedung NU Jepara. (Foto/teks: Afina Izzati/NU Online)

nujepara.or.id – Dalam rangka menyiapkan kader untuk menghadapi 35 tahun mendatang, penguatan kader sangat dibutuhkan. Agar tercipta kader multi talenta yang siap menjawab tantangan zaman. Sebab, di era teknologi saat ini butuh berbagai kecerdasan teknologi, emosional, spiritual, dan lain sebagainya.

Sekretaris I Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU), Khizanaturrohmah, mengatakan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam acara Training of Trainers (ToT) atau Pelatihan Kader Pelatih Fatayat NU se-eks Karesidenan Pati.

“ToT ini diharapkan dapat memupuk kemampuan dasar pribadi yang dimiliki setiap kader secara komprehensif dan tidak parsial,” kata dia di hadapan ratusan kader Fatayat di Gedung PCNU Jepara, Jumat (24/1/2020).

Mbak Khiz, sapaan akrabnya, menyambut positif penyelenggaraan ToT yang Kota Ukir ini. Sebab, kegiatan ToT bertujuan untuk penguatan kapasitas kader, mengingat pada kegiatan Latihan Kader Dasar (LKD) dan Latihan Kader Lanjut (LKL) memiliki keterbatasan pada para trainers.

“Oleh karena itu, ToT merupakan salah satu usaha menyiapkan para trainers yang andal,” ujar mantan Ketua PW Fatayat NU Jateng ini sebagaimana dilansir NU Online usai mengisi materi Ke-Aswaja-an.

Secara khusus, ia menaruh harapan besar agar setelah kegiatan ToT muncul para pelatih berkualitas yang nantinya akan lebih banyak menerapkan metode praktek. “Misalnya, bagaimana cara mendesain pelatihan, dan lain sebagainya sehingga menjadi trainer yang profesional,” paparnya.

Menurut Mbak Khiz, kegiatan ToT sangat penting karena menjadi kebutuhan yang sangat mendasar. Jika kegiatan ini tidak diadakan, maka tidak akan ada pengkaderan. “Sehingga ketika tidak ada pengkaderan maka yang terjadi adalah keterbatasan pada kuantitas trainers yang ada,” terangnya.

Perempuan kelahiran Pekalongan, 15 Februari 1970 ini menambahkan, perlu sekali menjadi seorang pelatih profesional dengan manajemen emosi yang baik, tidak anti kritik, dan tidak mudah marah. “Trainer yang profesional adalah trainer yang dapat mengontrol emosinya dengan baik, tidak takut dikritik, dan tidak gampang marah,” tutur Mbak Khiz serasa senyum sumringah. (ai)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah
Trending di Kabar