Menu ✖

Mode Gelap
Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

Kabar · 26 Jan 2020 11:09 WIB ·

Fatayat Siapkan Kader Pelatih Andal dan Multi Talenta


 Fatayat Siapkan Kader Pelatih Andal dan Multi Talenta Perbesar

Training of Trainer Fatayat NU se-Eks Karisidenan Pati di Gedung NU Jepara. (Foto/teks: Afina Izzati/NU Online)

nujepara.or.id – Dalam rangka menyiapkan kader untuk menghadapi 35 tahun mendatang, penguatan kader sangat dibutuhkan. Agar tercipta kader multi talenta yang siap menjawab tantangan zaman. Sebab, di era teknologi saat ini butuh berbagai kecerdasan teknologi, emosional, spiritual, dan lain sebagainya.

Sekretaris I Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU), Khizanaturrohmah, mengatakan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam acara Training of Trainers (ToT) atau Pelatihan Kader Pelatih Fatayat NU se-eks Karesidenan Pati.

“ToT ini diharapkan dapat memupuk kemampuan dasar pribadi yang dimiliki setiap kader secara komprehensif dan tidak parsial,” kata dia di hadapan ratusan kader Fatayat di Gedung PCNU Jepara, Jumat (24/1/2020).

Mbak Khiz, sapaan akrabnya, menyambut positif penyelenggaraan ToT yang Kota Ukir ini. Sebab, kegiatan ToT bertujuan untuk penguatan kapasitas kader, mengingat pada kegiatan Latihan Kader Dasar (LKD) dan Latihan Kader Lanjut (LKL) memiliki keterbatasan pada para trainers.

“Oleh karena itu, ToT merupakan salah satu usaha menyiapkan para trainers yang andal,” ujar mantan Ketua PW Fatayat NU Jateng ini sebagaimana dilansir NU Online usai mengisi materi Ke-Aswaja-an.

Secara khusus, ia menaruh harapan besar agar setelah kegiatan ToT muncul para pelatih berkualitas yang nantinya akan lebih banyak menerapkan metode praktek. “Misalnya, bagaimana cara mendesain pelatihan, dan lain sebagainya sehingga menjadi trainer yang profesional,” paparnya.

Menurut Mbak Khiz, kegiatan ToT sangat penting karena menjadi kebutuhan yang sangat mendasar. Jika kegiatan ini tidak diadakan, maka tidak akan ada pengkaderan. “Sehingga ketika tidak ada pengkaderan maka yang terjadi adalah keterbatasan pada kuantitas trainers yang ada,” terangnya.

Perempuan kelahiran Pekalongan, 15 Februari 1970 ini menambahkan, perlu sekali menjadi seorang pelatih profesional dengan manajemen emosi yang baik, tidak anti kritik, dan tidak mudah marah. “Trainer yang profesional adalah trainer yang dapat mengontrol emosinya dengan baik, tidak takut dikritik, dan tidak gampang marah,” tutur Mbak Khiz serasa senyum sumringah. (ai)

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara

22 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan

22 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd
Trending di Kabar