Menu

Mode Gelap
Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa

Esai · 15 Agu 2023 05:03 WIB ·

Garam : “Misi Suci” Yang Sering Terkapitalisasi!


 Garam : “Misi Suci” Yang Sering Terkapitalisasi! Perbesar

nujepara.or.id – Konon garam yang kita konsumsi sehari-hari ini adalah merupakan sedekahnya Nabiyulloh Ibrohim Alaihissalam semenjak kurun beliau hingga sekarang, ila Yaumil qiyamah!

Sampai Hari Kiamat Kelak! (Karena yang berkisah adalah Syaikh Nawawi bin Umar al-Bantani Al-Jawi : tsumma Al-Makky, di dalam Risalah Qomi’ut-Tughyannya, maka kata “konon” di atas kuranglah “pantas”, dan kita yakini saja akan ihwal kebenarannya)

Alkisah, diriwayatkan bahwa sosok nabi yang begitu terkenal akan kedermawanannya (sakho’) adalah Nabiyulloh Ibrahim ‘AS. Beliau begitu masyhur dalam menyempurnakan akan “hidangan” dan “suguhan” kepada tamu-tamu. Sangatlah pemurah!

Sehingga suatu kali dalam munajatnya kepada Allah, Nabi Ibrahim AS tak segan-segan memohon supaya bisa bersedekah kepada seluruh umat manusia sampai akhir zaman. (Aneh dan musykil dalam pandangan dan logika insan!

Sehingga satu suara pun mengingatkan kepada Ibrahim AS : “Hai Ibrahim, bagimana itu mungkin?”) Makan dengan yakin, Nabiyulloh Ibrahim pun semakin mempertegas apa yang menjadi “himmahnya”

“Aduhai Tuhanku! Bukankah Engkau adalah Tuhan yang maha kuasa atas segala sesuatu?”

Zat Kafur (Elemen Garam) Maka Allah mengabulkan do’a Nabiyulloh Ibrahim AS dan mengutus Malaikat Jibril AS supaya mengambil “Zat Kafur” yang berwarna putih dari surga untuk ditaburkan di lautan yang pada akhirnya zat Kafur itulah yang menjadi elemen garam.

(Berikut sekian manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia) Garam adalah benar-benar sedekah Nabiyulloh Ibrahim AS yang dengannya beliau semakin lengkap dikenang sepanjang zaman seperti doanya yang ingin menjadi: ‘Lisana shidqin fil-akhirin” (Dikenang dan dipersepsikan bagus, menjadi ‘buah bibir” oleh kaum yang terlahir kemudian)

Dan para Ulama Sufi pun tak segan-segan “melirik” derajatnya di sisih Allah (yang bergelar “Kholilulloh”) dalam Muroqobah mereka .

Terutama di dua jenjeng Muroqobah yaitu: 1) Muroqobah Maqom Ibrahim, dan 2) Muroqobah Mahabbah Shirfah (yaitu muroqobah di Maqom cinta yang tulus murni).

WAL-HÀSHIL! Itulah sekelumit kisah tentang garam, yang sayangnya ketika produksi garam melimpah di sepanjang area : Teluk Jepara, Semat, Tanggul Telare, Bulak Baru, Panggung, Kedung, sampai wilayah selatan; yaitu Demak (Menco) dan sekitarnya, sekali lagi ketika produksi Garam melimpah tidak menjamin adanya pendapatan yang melimpah juga.

Soalnya kita tahu semua, harga garam yang anjlok, dan munculnya “permainan kartel”!*

Oleh : Murtadho Hadi
(Penulis merupakan Pengurus LTN PCNU Jepara) 

Artikel ini telah dibaca 202 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat

18 Maret 2026 - 13:46 WIB

ILUSTRASI Rukyatul Hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 H

Netra Kasunyatan, Rahasia Mata Batin Menavigasi Hidup di Balik Cahaya dan Kekosongan

18 Maret 2026 - 11:50 WIB

ILUSTRASI Netra Kasunyatan

Lampah Samarpan, Teknik Final Menyambut Malam Anugerah 1000 Bulan

18 Maret 2026 - 11:36 WIB

Lampah Samarpan

UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia

16 Maret 2026 - 19:11 WIB

Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa

12 Maret 2026 - 14:45 WIB

Teknik Rahasia Menepi ala Nabi Musa

Seni Menang di Tengah Kepungan

12 Maret 2026 - 14:34 WIB

Seni Menang di Tengah Kepungan
Trending di Kabar