Menu ✖

Mode Gelap
Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Kabar · 29 Sep 2018 06:50 WIB ·

Gus Dur Tak Pernah Capek Berziarah


 Gus Dur Tak Pernah Capek Berziarah Perbesar

Jepara – Salah satu amalan Gus Dur sebagaimana diungkap Inayah Wahid saat hadir di Unisnu Jepara bahwa ayahnya tidak capek-capek untuk berziarah. Karena ziarah sangat penting.
Ungkapan itu disampaikan putri almarhum KH Abdurrahman Wahid dalam Bedah Buku “Merindu Gus Dur” yang berlangsung di Auditorium Pascasarjana Unisnu Jepara, Jalan Taman Siswa Tahunan (Pekeng) Jepara, Jumat (28/9/2018) kemarin.
Pernyataan itu menjawab pertanyaan salah satu peserta bedah buku, Arif dari Jepara. Kepada puluhan peserta Inayah menyindir. “Ke perpus saja yang jaraknya dekat ogah, apalagi berziarah.”
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Hari Perdamaian Dunia itu menandaskan,” Gus Dur sudah ke mana-mana, tapi “kakinya” masih “ajeg” untuk Indonesia.”
Dengan seringnya berziarah ayahnya selalu ingat dengan dirinya. Perempuan bernama lengkap Inayah Wulandari itu menambahkan Gus Dur termasuk tipikal yang kopen, apa pun diopeni, dirumat (baca: dirawat).
“Bapak gak gengsi, anti mainstream, sudah blusukan ke mana dan sudah pengajian ke man-kemana,” jelasnya.
Berbicara soal ngrumat, saat sesi tanya jawab itu dia juga menjawab pertanyaan dari Naura peserta Probolinggo yang menanyakan soal pembelaannya terhadap kaum mustadafin, misalnya Kendeng.
Menurutnya ada banyak dokumentasi tentang pembelaan Gus Dur terhadap kaum mustadafin. Pembelaan Kendeng lanjutnya juga diteruskan oleh Gus Mus.
Di akhir jawabannya, banyak hal penting yang harus terus digali dari Gus Dur dan jangan terus terpancing dengan hal-hal yang sifatnya tidak penting.
“PR yang lebih penting ialah mengkaji pemikiran  Gus Dur lebih dalam,” katanya.
Hadir juga pembicara dalam kegiatan Diseminasi Hasil Pengabdian Masyarakat Unisnu Jepara Greg Vanderbilt (akademisi asal Amerika Serikat), Kalis Mardiasih (penulis) dan Rektor Unisnu, Sa’dullah
Assaidi. (ip)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?
Trending di Kabar