Menu

Mode Gelap
Melacak Gerakan Perlawanan dan Laku Spiritualitas Ratu Kalinyamat Buku Kita : Ensiklopedia Karya Ulama Nusantara Buku Kita : Mawa’idh Qur’aniyyah Ulama Nusantara Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo Mahasiswa KKN UNISNU Jepara Inovasi Alat Bakar Sampah Minim Asap dan Sosialisasi Pendidikan di Desa Sumanding

Kabar · 29 Sep 2018 06:50 WIB ·

Gus Dur Tak Pernah Capek Berziarah


 Gus Dur Tak Pernah Capek Berziarah Perbesar

Jepara – Salah satu amalan Gus Dur sebagaimana diungkap Inayah Wahid saat hadir di Unisnu Jepara bahwa ayahnya tidak capek-capek untuk berziarah. Karena ziarah sangat penting.
Ungkapan itu disampaikan putri almarhum KH Abdurrahman Wahid dalam Bedah Buku “Merindu Gus Dur” yang berlangsung di Auditorium Pascasarjana Unisnu Jepara, Jalan Taman Siswa Tahunan (Pekeng) Jepara, Jumat (28/9/2018) kemarin.
Pernyataan itu menjawab pertanyaan salah satu peserta bedah buku, Arif dari Jepara. Kepada puluhan peserta Inayah menyindir. “Ke perpus saja yang jaraknya dekat ogah, apalagi berziarah.”
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Hari Perdamaian Dunia itu menandaskan,” Gus Dur sudah ke mana-mana, tapi “kakinya” masih “ajeg” untuk Indonesia.”
Dengan seringnya berziarah ayahnya selalu ingat dengan dirinya. Perempuan bernama lengkap Inayah Wulandari itu menambahkan Gus Dur termasuk tipikal yang kopen, apa pun diopeni, dirumat (baca: dirawat).
“Bapak gak gengsi, anti mainstream, sudah blusukan ke mana dan sudah pengajian ke man-kemana,” jelasnya.
Berbicara soal ngrumat, saat sesi tanya jawab itu dia juga menjawab pertanyaan dari Naura peserta Probolinggo yang menanyakan soal pembelaannya terhadap kaum mustadafin, misalnya Kendeng.
Menurutnya ada banyak dokumentasi tentang pembelaan Gus Dur terhadap kaum mustadafin. Pembelaan Kendeng lanjutnya juga diteruskan oleh Gus Mus.
Di akhir jawabannya, banyak hal penting yang harus terus digali dari Gus Dur dan jangan terus terpancing dengan hal-hal yang sifatnya tidak penting.
“PR yang lebih penting ialah mengkaji pemikiran  Gus Dur lebih dalam,” katanya.
Hadir juga pembicara dalam kegiatan Diseminasi Hasil Pengabdian Masyarakat Unisnu Jepara Greg Vanderbilt (akademisi asal Amerika Serikat), Kalis Mardiasih (penulis) dan Rektor Unisnu, Sa’dullah
Assaidi. (ip)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo

4 Februari 2026 - 11:37 WIB

Mahasiswa KKN UNISNU Jepara Inovasi Alat Bakar Sampah Minim Asap dan Sosialisasi Pendidikan di Desa Sumanding

3 Februari 2026 - 16:45 WIB

PBNU Luncurkan NU Harvest Maslaha, Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Syariah

2 Februari 2026 - 22:06 WIB

PCNU Jepara Kembali Salurkan Bantuan, 1.400 Paket Sembako untuk Korban Bencana di Desa Tempur dan Kunir

2 Februari 2026 - 21:54 WIB

Gerakan Wakaf Massal Kec. Pakis Aji: Kalaborasi KUA Pakis Aji, Pemdes Tanjung dan UNISNU Jepara

19 Januari 2026 - 14:36 WIB

PCNU Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Sumberrejo Donorojo

15 Januari 2026 - 09:58 WIB

Trending di Kabar