Menu ✖

Mode Gelap
Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

Kabar · 1 Agu 2016 11:44 WIB ·

Halalbihalal Kebhinekaan


 Halalbihalal Kebhinekaan Perbesar

halalbihalal kebhinekaan lakpesdam nu jepara

JEPARA-Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Cabang Jepara,  mengadakan Halalbihalal Kebhinekaan pada Minggu (31/7) di Gedung NU Ranting Dermolo Kecamatan Kembang.

Hadir sebagai narasumber Rais Syuriyah PCNU Jepara KH Ubaidillah Noor Umar dan Ketua PD Muhammadiyah Jepara KH Fahrurrozi. Peserta halalbihalal kebhinekaan berasal dari berbagai unsur masyarakat, meliputi NU, Muhammadiyah, bahkan perwakilan dari umat Kristen dan Budha.

Ahmad Sahil, Ketua PC Lakpesdam NU Jepara dalam sambutannya mengatakan kegiatan dengan tema Merajut Kerukunan Warga, Mengawal Desa Inklusi tersebut digagas untuk menjaga dan mempererat kebersamaan di antara komunitas lintas agama serta memperteguh kesetaraan di antara entitas sosial di masyarakat.

Fahrurrozi yang mendapat kesempatan sambutan pertama menyatakan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, laki-laki maupun perempuan untuk saling taaruf, karena ia dapat menciptakan saling memahami (tafahum) yang akhirnya dapat menciptakan rasa toleransi (tasamuh).

Senada pernyataan tersebut, KH Ubaidillah Noor Umar menyatakan hidup beragama harus memakai rambu-rambu, agar hidup menjadi tenang dan rukun. Dengan hidup rukun menjadikan beribadah dan bekerja tenang. “Dalam beragama tidak ada paksaan, sehingga tidak diperbolehkan  seorang penganut agama memaksa penganut agama lain untuk masuk agama sebagaimana agama yang dianutnya”, tandas Kiai Ubaid yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Bandungharjo, Donorojo itu.

Hadi Patenak, Petinggi Dermolo memberikan apresiasinya. Ia berharap dengan kegiatan tersebut semua eleman masyarakat dapat bergandeng tangan, hidup berdampingan tanpa ada gesekan di antara eleman masyarakat walaupun berlatar belakang agama yang berbeda. [Sahil/DM]

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara

22 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan

22 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd
Trending di Kabar