Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Kabar · 1 Apr 2023 14:19 WIB ·

Harlah ke-71, Pergunu Jepara Komitmen Tingkatkan Daya Saing Guru NU di Era Milenial


 Harlah ke-71, Pergunu Jepara Komitmen Tingkatkan Daya Saing Guru NU di Era Milenial Perbesar

nujepara.or.id – Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Jepara menggelar Sarasehan Guru dengan tema “Guru Mulia Membangun Peradaban Dunia” di MA Miftahul Huda, Bulungan, Kecamatan Pakisaji, Sabtu (1/4/2023). Sarasehan ini digelar dalam rangka Harlah Pergunu ke-71.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Syuriyah PCNU dan Ketua Dewan Pakar Pergunu Jepara, Prof Dr Mustaqim, M.Pd; Stafsus Menteri Ketenagakerjaan RI, Hj. Hindun Anisah, MA; Waket DPRD Jepara H. Nuruddin Amin; Ketua LP Ma’arif NU Jepara; Ketua KKMI 02; KKMTs 02 dan KKMA 02 serta seluruh Pengurus Cabang dan Pengurus Anak Cabang Pergunu se-Kabupaten Jepara.

Prof Mustaqim mengatakan guru adalah profesi yang mulia. Seiring perkembangan zaman yang berubah dengan cepat, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensinya. Oleh karena itu, Prof Mustaqim ingin Pergunu harus memperbanyak progam pendidikan dan pelatihan (diklat) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru di Kota Ukir.

“Diklat itu penting agar guru memiliki daya saing di era gen Z,” kata Guru Besar Ilmu Manajemen Pendidikan pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo, Semarang ini.

Wakil Ketua DPRD Jepara, H Nuruddin Amin mengatakan kesejahteraan guru harus terus disuarakan agar menjadi perhatian bersama. Peningkatan kesejahteraan itu butuh keputusan politik dan good will dari Bupati Jepara.

Menurut Gus Nung, panggilan akrabnya, pihaknya siap mendampingi guru-guru swasta di Kota Ukir yang berjuang menyampaikan aspirasinya melalui pemerintah daerah.

“Tapi Pergunu harus bersatu jika ingin mewujudkan kesejahteraan tersebut,” ujar Gus Nung.

Sementara itu, Hj. Hindun Anisah menyampaikan pemerintah pusat harus disentil agar memperhatikan nasib para guru swasta. Hal itu harus disuarakan bersama-sama agar hasilnya maksimal. Bisa melalui PBNU, media, organisasi guru, bahkan influencer media sosial.

“Namun guru juga harus bisa menunjukkan kualitas dan kompetensinya,” ujar Dewan Pakar Pergunu Jepara ini.

Sementara itu, Ketua PC Pergunu Jepara Achmad Makhali, SE, M.Pd menyampaikan bahwa Pergunu merupakan organisasi profesi yang diakui oleh pemerintah sama seperti PGRI, PGSI, dan lainnya. Sehingga ia berharap guru-guru Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Ukir tidak perlu ragu dan khawatir jika bergabung ke dalam Pergunu.

“Mari kita perkuat soliditas agar Pergunu bisa terus memberikan kontribusi positif baik untuk guru-guru NU maupun dunia pendidikan di Jepara,” tandasnya.

Kegiatan Sarasehan bertema tema “Guru Mulia Membangun Peradaban Dunia” ini ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Pergunu Jepara Achmad Makhali yang diserahkan kepada Ketua Dewan Pakar Pergunu, Prof Dr Mustaqim, M.Pd. Setelah itu dilanjutkan dengan buka bersama. (AM)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar