Menu ✖

Mode Gelap
Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

Kabar · 25 Jan 2018 14:03 WIB ·

HIPSI: Pesantren Harus Mandiri dengan Membuka Usaha


 HIPSI: Pesantren Harus Mandiri dengan Membuka Usaha Perbesar

Jepara – Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI), Mohammad Ghozali melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HIPSI Kabupaten Jepara masa khidmah 2018 – 2023 berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (23/1/2018) kemarin.
Kegiatan yang dibarengkan dengan Seminar Nasional bertajuk “Strategi Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Untuk Kemandirian Santri” itu dihadiri ratusan peserta yang berasal dari santri dan ormas di Jepara.
Karena berhalangan hadir, Sholih selaku Sekda Jepara yang mewakili Bupati membuka secara resmi tersebut.
Di dalam sambutannya Sholih berharap setelah dilantik langsung bergerak dengan melakukan pelatihan ke pesantren-pesantren agar lembaga pendidikan islam tersebut semakin mandiri dalam bidang perekonomian.
Gus Sholahuddin yang memimpin jalannya seminar memberi kesempatan pertama kepada Masykuri Zainuri. Dalam paparanya pengusaha itu mengajak santri zaman sekarang harus mengubah mindset.
“Di lingkungan ada apa?” Hal itu yang menurut Masyuri sebagai ajakan kepada santri peka terhadap peluang.
Selain itu kata dia santri harus seimbang antara melakukan perintah-perintahnya dengan beribadah dan juga ditambah dengan berwirausaha.
Hal yang lama dengan yang disampaikan Mohammad Ghozali, Ketua Umum PP HIPSI. Selain cara berpikir santri harus diubah mereka (santri, red.) tidak boleh tentang momok soal modal.
“Usaha memang membutuhkan modal tetapi tidak harus berbentuk uang,” tandasnya yang pernah nyanti di Jombang ini.
Apa yang dipaparkannya tidak hanya asal bicara. Semasa nyanti Gus Ghozali pernah jualan kitab kuning door to door (dari rumah ke rumah), jual susu kedelai pada saat ada event kegiatan juga pernah rental komputer.
Karena itu ia menekankan pesantren sudah saatnya mempunyai usaha sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dirinya menyebut Sidogiri merupakan pesantren yang maju dengan usaha perekonomiannya. Disebutkannya salah satu usaha yang dimiliki Sidogiri adalah minimarket yang berjumlah 100 outlet. Dan masih ditambah dengan usaha-usaha yang lain.
Narasumber lain yang juga menyampaikan materi dari Bank Sinarmas dan Bolug. Sulaiman dan Abah Kiai Mahrus juga menyampaikan testimoni-testimoni keberhasilan HIPSI mulai sejak berdiri sampai sekarang. Kegiatan semakin menarik saat ahli hipnoterapi Hipsi memberikan ice breaking di sela-sela acara. (sm)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Trending di Headline