Menu

Mode Gelap
Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial

Kabar · 23 Nov 2017 01:42 WIB ·

Indonesia Darurat Narkoba, Pelajar Harus Turut Mencegahnya


 Indonesia Darurat Narkoba, Pelajar Harus Turut Mencegahnya Perbesar

Jepara-Bangsa Indonesia saat ini sedang darurat narkoba. Narkoba menjadi sangat membahayakan. Jika dianalogikan bahaya narkoba itu melebihi sebuah perang.
Pernyataan yang memprihatinkan itu dipaparkan Agus Nur Slamet, Kepala Bidang Ormaspol Bakesbangpol Kabupaten Jepara dalam Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Bagi Pelajar yang berlangsung di Aula SMK Az Zahra Mlonggo Jepara, Selasa (21/11/2017).
Menurut Agus jika perang berlangsung setelah dihitung korban jiwa selesai. Namun jika narkoba bahayanya masih terus berlanjut apalagi data yang diperolehnya jumlahnya tidak semakin berkurang tetapi terus bertambah.
Di tahun 2015 saja ada 50 orang yang meninggal dunia. Tahun berikutnya tegasnya tidak semakin menurun tapi malah semakin bertambah.
Ironisnya kata dia penggunanya tidak hanya di kalangan orang tua tetapi sudah merembet ke anak kecil. “Dulu pernah ada “brownis” narkoba, ada juga “pensil” narkoba jika dihirup bisa menimbulkan suatu ‘kenikmatan’,” paparnya.
Dalam kegiatan hasil kerja sama Kesbangkol Kabupaten Jepara dan SMK Az Zahra Mlonggo dia juga prihatin bahwa serangan narkoba itu tidak hanya dari dalam saja namun juga datang dari luar.
Jepara sebutnya juga masuk kategori darurat narkoba. Ia menyebut tahun 2016 lalu ditemukan narkoba di desa Pekalongan kecamatan Batealit Jepara 1.2 kuintal yang disembunyikan di mesin jenset. Maka kegiatan itu lanjutnya merupakan salah satu upaya untuk mencegahnya.
Hadir dalam kesempatan itu 3 narasumber. Wahyu Hanggono dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara menyampaikan materi Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).
Kuswanto, Penyuluh Fungsional Kemenag Jepara berbicara soal Pandangan Islam tentang Narkoba dan AKP Hendro Asriyanto, A.Md, Kasat Narkoba Polres Jepara memaparkan Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba.
Kepala SMK Az Zahra Mlonggo Jepara, Hasan Khaeroni dalam sambutannya mengingatkan kepada peserta didiknya bahwa narkoba sudah “turun” di sekolah-sekolah.
“Perempuan rentan terjerat kasus narkoba apalagi yang laki-laki juga menjadi sasaran empuk,” lontarnya kepada 100 siswa yang menjadi peserta.
Kegiatan positif tersebut imbaunya agar diperhatikan kemudian diamalkan kepada teman maupun masyarakat luas. Peserta kegiatan yang merupakan perwakilan kelas X, XI dan XII gayeng mengikuti kegiatan hingga akhir. Dalam sesi tanya jawab banyak siswa-siswi yang melontarkan pertanyaan kepada narasumber. (*)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

27 Maret 2026 - 08:26 WIB

Puncak Ramadhan: Menuju Titik Nol (Suwung)

19 Maret 2026 - 20:22 WIB

Menuju Puncak Ramadhan
Trending di Kabar