Menu

Mode Gelap
Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

Kabar · 27 Okt 2022 15:26 WIB ·

Ini Sikap NU dan Muhammadiyah Terkait Tambak Udang di Karimunjawa


 Ini Sikap NU dan Muhammadiyah Terkait Tambak Udang di Karimunjawa Perbesar

nujepara.or.id – Polemik terkait keberadaan tambak udang di Kepulauan Karimunjawa juga menjadi perhatian dua ormas keagamaan, NU dan MUhammadiyah di Kabupaten Jepara. Baik NU maupun Muhammadiyah ingin Pemkab Jepara bertindak tegas dengan menertibkan tambak udang itu jika melanggar aturan dan memicu dampak buruk lingkungan.

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Jepara, KH Khayatun Abdullah Hadziq mengatakan kegiatan pembangunan atau aktivitas usaha juga harus mempertimbangkan kelestarian lingkungan. Menurut Mbah Yatun – panggilan akrab KH Khayatun – NU tidak sepenuhnya menolak kehadiran tambak. Namun, keberadaan tambak udang itu juga harus diatur.

Menurut Mbah Yatun, pemerintah daerah harus mengambil sikap tegas terhadap tambak udang itu. Kehadiran tambak udang itu tidak boleh dibiarkan memicu dampak negatif, namun harus memberikan manfaat.

”Bagaimana lingkungannya. Bagaimana masyarakatnya. Jangan sekadar Jepara dibuat hanya untuk orang-orang yang punya uang. Tapi setelah tidak ada potensi. Hilang. Itu kan, tidak boleh,” kata Mbah Yatun, dilansir dari Murianews.com, Kamis (27/10/2022).

PCNU Jepara, kata Mbah Yatun berencana menemui Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta terkait persoalan ini. NU Jepara akan meminta ketegasan dan kebijaksanaan pemkab dalam menyikapi keberadaan tambak udang ilegal itu.

”Kami sudah mau diskusi sama pemda. Bagaimana (penanganan) tambak-tambak yang sudah merajalela ini di Karimunjawa,” ujar Mbah Yatun.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Jepara, KH Fachrur Rozi, mengatakan kehadiran tambak udang ilegal di Karimunjawa harus dinilai dengan membandingkan asas kebermanfaatan dan kemadlaratannya.

Saat ini, ada sekitar 35 hektare dengan jumlah kurang lebih 128 petak tambak udang di Karimunjawa. Mayoritas tambak itu ilegal. Akibat pembuangan limbah yang serampangan, akhirnya lingkungan di sana rusak. Kerusakan itu diprediksi meluas hingga ke seluruh wilayah Karimunjawa.

Kiai Rozi menyampaikan, munculnya tambak udang ilegal di Karimunjawa tidak jadi masalah jika itu membawa kemaslahatan untuk masyarakat.

”Tapi, kalau munculnya tambak udang mengakibatkan kerusakan lingkungan, maka pemerintah harus menertibkan. Demi menjaga kelestarian lingkungan,” tandas Kiai Rozi.

(sumber murianews.com)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

15 Juni 2026 - 09:49 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara
Trending di Kabar