Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Hujjah Aswaja · 10 Nov 2023 11:25 WIB ·

Jepara “Kota Pahlawan Perempuan'” : Menapaki Jejak Ratu Kalinyamat dan RA. Kartini


 Jepara “Kota Pahlawan Perempuan'” : Menapaki Jejak Ratu Kalinyamat dan RA. Kartini Perbesar

Oleh : Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id – Ratu Kalinyamat mengokohkan Jepara sebagai Kota Pahlawan Perempuan setelah diberi anugrah Pahlawan Nasional yang jauh sebelumnya RA. Kartini sudah mendahului mendapatkan anugrah menjadi Pahlawan Nasional.

Jepara patut bangga memiliki dua perempuan hebat yang ide, dan kiprahnya membangun bangsa dan negara diapresiasi oleh Pemerintah, sekaligus tantangan dan harapan bagi Pemerintah Kabupaten Jepara. Tidak semua Kabupaten/kota memiliki talenta yang dapat dijadikan “icon” tauladan akan tetapi lebih dari itu sebagai “pendobrak” budaya patriarkal dimana perempuan menjadi “bisa” melakukan aktifitas “ruang publik” bahkan melebihi laki laki.

Tantangan berat bagi Jepara dalam mengimplementasikan “kepahlawanan perempuan” ini didalam tata struktur masyarakat baik di pemerintahan, politik, sosial, ekonomi, terlebih di tataran budaya dan agama. Merekonstruksi pola budaya dan tafsir agama tentang perempuan membutuhkan kecerdasan, strategi dan bahkan “pendobrakan” karena pola budaya dan tafsir agama terhadap perempuan “temboknya sedikit tebal”. Namun, perkembangan laju modernitas Jepara yang begitu kencang tembok tembok tersebut semakin lama semakin “nggripisi” karena tuntutan zaman yang mengharuskan berubah.

Dari sana, ada secercah harapan baru , yang disebabkan oleh spirit yang sangat kuat dari duo tokoh besar yaitu Ratu Kalinyamat dan RA Kartini yang secara subtansial mampu merubah “mindset” masyarakat tentang “kesejajaran dan sinergitas” perempuan dengan laki laki untuk bekerjasama membangun masa depan Jepara.

Jepara harus memiliki “master-plan” tentang skala prioritas yang berupa konsep, strategi dan implementasi peran perempuan jangka waktu 10 – 20 tahun ke depan baik di sektor pemerintahan, politik, sosial, ekonomi dan ruang publik lainnya sebagai sebuah “tetenger” bahwa Jepara adalah “Kota Pahlawan Perempuan”.

Akhirnya, semua lapisan masyarakat harus disadarkan bahwa Jepara sudah dan telah memiliki kebanggaan dan menjadi “icon” tentang “perjuangan perempuan nasional” yang gigih dan tangguh melalui kepahlawanan Ratu Kalinyamat dan RA. Kartini sehingga kesadaran bersama agar menjadikan Jepara terus menapak step by step meningkatkan Sumberdaya Perempuan yang unggul dan memberi kesempatan perempuan ikut berkiprah di ruang publik sebagai sesuatu yang wajar dan biasa.

Artikel ini telah dibaca 272 kali

Baca Lainnya

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga

30 April 2026 - 11:49 WIB

H. Hisyam Zamroni: Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

29 April 2026 - 09:36 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini
Trending di Budaya