Menu ✖

Mode Gelap
Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

Hujjah Aswaja · 11 Jul 2022 15:56 WIB ·

Lestarikan Tradisi, Warga Desa Bandungrejo Sambut Hari Raya dengan Festival Oncor


 Lestarikan Tradisi, Warga Desa Bandungrejo Sambut Hari Raya dengan Festival Oncor Perbesar

nujepara.or.id – Masyarakat Desa Bandungrejo, Kalinyamatan Jepara menyambut malam Idul Adha dengan menggelar Festival Oncor.

Kegiatan yang diikuti oleh warga desa Bandungrejo dari berbagai umur ini sebagai sarana merawat kearifan lokal dengan budaya yang ada di Jepara.

Ketua Panitia acara, Roikhatul Hiramah mengatakan mengatakan setidaknya sudah dua tahun kegiatan takbir keliling ini tidak digelar karena pandemi Covid-19. Kegiatan yang diinisiasi oleh IPNU IPPNU Desa Bandungrejo ini mengusung tema Festival Oncor Kalinyamatan (FOKA).

Festival Oncor kali ini diikuti kurang lebih 500 peserta dari 17 Dukuh di Desa Bandungrejo. Dengan berbagai model dan kreativitas yang dibuat oleh anak muda di sana, festival oncor berhasil menarik perhatian ribuan masyarakat sekitar.

“Festival Oncor ini untuk menyambut Hari Raya Idul Adha, sekaligus sebagai cara kami untuk mensyiarkan agama Islam ke masyarakat dengan kumandang takbir,” katanya pada Sabtu (9/7/2022).

Lebih lanjut Roikhatul menjelaskan, para peserta festival oncor akan melakukan takbir keliling dengan mengelilingi desa Bandungrejo. Dulunya, festival ini hanya diikuti oleh anak sekolah dan pemuda IPNU IPPNU Bandungrejo sejak tahun 1980-an secara sederhana dengan membawa obor.

“Kalau sekarang lebih ramai, karena bisa menggaet banyak anak muda di desa,” terangnya.

Festival Oncor inj juga sebagai ajang perlombaan, dengan kriteria penilaian berupa tingkat kreativitas, kekompakan dan semangat mengumandangkan takbir dapat memenangkan perlombaan.

“Tak hanya itu, juga ada kategori penilaian dengan peserta terunik, terfavorit dan terheboh,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari kelompok Mushola Al-Amin, Fiki Nafilah mengaku senang dapat memeriahkan acara festival Oncor tahun ini. Dia berharap festival ini dapat dapat menambah kekompakan dan kerukunan warga desa Bandungrejo di setiap dukuh.

“Bagus si ada kegiatan seperti ini, jadi bisa merekatkan antar dukuh, kegiatan ini juga bisa jadi sarana untuk nguri-nguri budaya yang ada,” ungkap Fiki. “Selain itu juga bisa sebagai sarana melestarikan budaya lokal di desa Bandungrejo,” imbuhnya. (sim)

Artikel ini telah dibaca 127 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara

22 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan

22 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd
Trending di Kabar