Menu

Mode Gelap
Gerakan Wakaf Massal Kec. Pakis Aji: Kalaborasi KUA Pakis Aji, Pemdes Tanjung dan UNISNU Jepara PCNU Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Sumberrejo Donorojo PCNU Jepara Buka Posko Peduli Bencana 2026, Tingkatkan Sinergi untuk Penanggulangan Bencana Haul Gus Dur ke-16 dan Harlah NU ke-103 Digelar di Pusat Pemerintahan Jepara, Teguhkan Persatuan dan Komitmen Kebangsaan Praktikum Haji, Prodi PAI UNISNU Jepara Gelar Manasik di Wisata Edukasi Religi Boyolali

Kabar · 28 Des 2019 03:08 WIB ·

Mahasiswa Syariah Unisnu Gelar Pengamatan Gerhana Matahari


 Mahasiswa Syariah Unisnu Gelar Pengamatan Gerhana Matahari Perbesar

Dosen Ilmu Falak, Hudi bersama mahasiswi sedang mengamati terjadinya gerhana matahari.

nujepara.or.id – Puluhan mahasiswa dan masyarakat melaksanakan pengamatan gerhana matahari sabit di halaman Masjid Agung Baitul Makmur Kabupaten Jepara pada Kamis (26/12/2019).

Gerhana matahari yang terjadi di Kabupaten Jepara, bukan gerhana matahari cincin. Melainkan gerhana matahari sabit. Sebab, matahari tertutup 76,8 persen.

Dosen Falak Unisnu Jepara, Hudi mengatakan lima teropong disiapkan untuk mengamati gerhana matahari kali ini. Gerhana matahari dimulai Pukul 10.58 WIB. Puncak gerhana matahari terjadi pada pukul 12.46 WIB.

“Matahari tertutup 76,8 persen. Gerhana akan berakhir pada pukul 14.34 WIB,” ujar Hudi di sela-sela pengamatan.

Lima teropong yang digunakan, yaitu satu teropong digital yang dikoneksikan ke layar lebar. Sehingga masyarakat yang tidak berkesempatan melakukan pengamatan dari teropong dapat melihat proses gerhana matahari.

“Empat teropong manual digunakan untuk pengamatan. Satu yang digital kami sambungkan ke layar. Ini bagian dari usaha kami memberikan edukasi kepada masyarakat tentang proses gerhana matahari,” kata Hudi.

Salah satu mahasiswi Unisnu dan ketua LKIF yang turut melakukan pengamatan, Rani Fitriani, mengungkapkan pengamatan dilakukan mulai pukul 10.00 WIB. Empat teleskop yang disediakan diarahkan ke ufuk timur. Pengamatan secara manual juga dilakukan dengan menggunakan filter film.

“Terus juga menggunakan topeng mainan anak-anak, tapi di lubang mata dibei filter karena kalau langsung melihat ke arah matahari tanpa filter bisa merusak mata,” pungkas Mega. (misbah)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gerakan Wakaf Massal Kec. Pakis Aji: Kalaborasi KUA Pakis Aji, Pemdes Tanjung dan UNISNU Jepara

19 Januari 2026 - 14:36 WIB

PCNU Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Sumberrejo Donorojo

15 Januari 2026 - 09:58 WIB

PCNU Jepara Buka Posko Peduli Bencana 2026, Tingkatkan Sinergi untuk Penanggulangan Bencana

13 Januari 2026 - 19:11 WIB

Haul Gus Dur ke-16 dan Harlah NU ke-103 Digelar di Pusat Pemerintahan Jepara, Teguhkan Persatuan dan Komitmen Kebangsaan

9 Januari 2026 - 14:47 WIB

Tahun 2026 Bakal Muncul 4 Gerhana Matahari dan Bulan

8 Januari 2026 - 16:43 WIB

Praktikum Haji, Prodi PAI UNISNU Jepara Gelar Manasik di Wisata Edukasi Religi Boyolali

8 Januari 2026 - 16:24 WIB

Trending di Kabar