Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Hujjah Aswaja · 1 Feb 2023 14:36 WIB ·

Meriahkan 1 Abad NU, Lesbumi Semaikan Pesan Nasionalisme Lewat Pementasan Ketoprak Santri


 Meriahkan 1 Abad NU, Lesbumi Semaikan Pesan Nasionalisme Lewat Pementasan Ketoprak Santri Perbesar

nujepara.or.id – Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Bangsri menggelar rangkaian kegiatan religi ziarah makam sesepuh NU, istighosah dan pagelaran seni budaya ketoprak santri untuk memeriahkan momentum 1 Abad NU.

Kegiatan ziarah bersama dilaksanakan pada Jumat (27/1) siang. Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bangsri tidak menyurutkan antusiasme warga nahdliyin untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Ada tiga lokasi makam yang dikunjungi, yaitu makam Suromoyo Kedungleper, makam Mbah Abdul Hadi Tengguli, dan makam Mbah Nur Salim Banjaran.

“Seluruh ulama NU kita doakan, tetapi lokasinya dipusatkan di tiga makam tersebut. Sementara kegiatan istighotsah dilaksanakan di Gedung MWC NU Bangsri yang kemudian diakhiri dengan Pagelaran Ketoprak Santri Selasa (30/1/2023),” kata Ketua MWCNU Bangsri, Kiai Ikhsan. 

Pementasan Ketoprak Santri digelar dengan menggandeng PC Lembaga Seni Budaya Muslimin (Lesbumi) NU Jepara. Pementasan Ketoprak Santri mengangkat cerita Ratu Kalinyamat dengan judul “Sang Naga Samudra Satru Bebuyutan Portugis”.

“Kegiatan kebudayaan seperti ini layak untuk diapresiasi dan dikembangkan,” Kata Ketua Panitia Kegiatan dan Produser pementasan Ketoprak Santri, Kiai Miftahuddin.

“Dulu Walisongo juga menggunakan seni budaya sebagai media dakwah, dan NU sebagai pewaris keislaman Walisongo juga menggunakan media seni dalam perjuangannya,” jelas Komisaris MSI Tour and Travel tersebut. 

Pementasan yang mengangkat kisah Sang Ratu kalinyamat tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat. Turut hadir juga pengurus Lembaga dan Banom se Kecamatan Bangsri, Ketua Ranting Syuriyah dan Tanfidziyah se Kecamatan Bangsri. Rois Syuriyah PCNU Jepara, KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq, Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara, KH Charis Rohman juga ikut hadir langsung menyemangati pagelaran budaya ini.

Penulis naskah pementasan, Ali Burhan menjelaskan latar belakang diangkatnya tokoh Ratu Kalinyamat dalam pementasan tersebut. Ketua Tim Riset PC Lesbumi NU Jepara ini berpendapat Ratu Kalinyamat sudah sangat melekat dan melegenda di alam bawah sadar masyarakat Jepara. Ratu Kalinyamat juga seorang pemimpin wanita yang gigih dalam melawan portugis.

“Selama kapal-kapal kita masih berlayar di samudera, selama tubuh kita masih berjiwa, maka Malaka akan kita rebut kembali. Nusantara adalah untaian Negeri Samudra. Aku bersumpah akan bertaruh nyawa untuk mempertahankannya”.

Ini adalah teks Sumpah Ratu Kalinyamat yang menumbuhkan nasionalisme dalam naskah yang dipentaskan tersebut.

Pementasan ini juga sesuai dengan tema harlah yang diangkat oleh PBNU yaitu “Merawat Jagad, Membangun Peradaban”. Dari kisah sejarah Ratu Kalinyamat ini, bisa diambil hikmah pelajaran untuk menguatkan nasionalisme, mencintai tanah air dan menjaga setiap jengkal tanah air dari Portugis. 

Berikut sosok-sosok di balik pementasan ketoprak dengan judul “Sang Naga Samudra Satru Bebuyutan Portugis”.

Produser : KH. Miftahuddin, Penulis Naskah : M. Ali Burhan, Sutradara : Den Hasan, Ratu Kalinyamat (RK): Wiwik Handayani, Senopati (S): Ki Hendro Suryo Kartiko, Ki Warto Warti, Joko Lintang (JL): Sutresno, Roro Wulansari (RW): Tesa, Ki Galangwesi (KG): Ah. Rohim, Nyai Galangwesi (NG): Nurul Anisa, Ki Bajul Segoro: Bajuri, Prajurit lainnya: Rokhit dkk, Komposer music: Waluya Lojeng dkk, MWC NU Bangsri Beserta Banomnya, MSI TOUR, MWC LESBUMI NU BANGSRI, Yayasan Marga Langit, Sabanusa, Sanggar Bangun Budaya, Gumilang Studio, Tunggal Dekor, Godeg Audio, dan semua pihak lain yang ikut berpartisipasi dalam acara ini.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpasrtisipasi dalam pementasan ini. Lewat seni budaya kami akan ikut membumikan faham Aswaja An-nahdliyah di Jepara dan sekitarnya,” tandas Ketua PC Lesbumi NU Jepara, Ngateman, SE. (AB)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar