Menu

Mode Gelap
Ratusan Peserta Ramaikan EduTechnoFest 2026 FTIK UNISNU Jepara, Ini Daftar Juara Tiap Lomba Melacak Gerakan Perlawanan dan Laku Spiritualitas Ratu Kalinyamat Buku Kita : Ensiklopedia Karya Ulama Nusantara Buku Kita : Mawa’idh Qur’aniyyah Ulama Nusantara Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo

Interaktif Ramadan · 20 Apr 2023 02:56 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan: Iman-ku, Iman-mu dan Iman Kita 


 Ngaji Tematik Ramadhan: Iman-ku, Iman-mu dan Iman Kita  Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Keimanan bukan sesuatu yang “pasif” atau “mabni”. Olehnya keimanan harus diimplementasikan dalam “perilaku” yang baik dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana Sabda Rosulullah SAW:  “La yu’minu ahadukum hatta yuhibba liakhihi ma  yuhibbu linafsihi.” 

Konteks hadits di atas, memberikan apresiasi kepada kita bahwa other- love is self- love. Mencintai orang lain, baik seagama maupun tidak seagama, -berarti sama persis mencintai diri sendiri yang terbingkai dalam keimanan. Atau dengan kata lain iman-ku, iman-mu dan iman kita semua. 

Dari sana menunjukkan bahwa Rosulullah SAW menanamkan kepada umatnya bahkan kepada seluruh umat manusia tentang “teologi kemanusian” artinya bahwa keyakinan memiliki daya dorong yang kuat bahkan “harus” untuk bisa diwujudkan misi  kemanusian yaitu “persaudaraan dunia” yang  lintas batas pribadi, agama, suku, ras, bangsa dan negara.

Sentuhan awal yang ditawarkan dan dibentuk dalam hal ini adalah terletak pada “interaksi self and other” yaitu antar pribadi atau  personal  by personal, nafs lin nafs. 

Nah, setidaknya kita harus berfikir ulang, kadang kala kita dengan tanpa merasa “bersalah” seakan-akan  merasa “keimanan” kita ini yang  “paling iman” sendiri”.

Padahal justru pikiran seperti ini bisa “mencederai” keimanan  kita sendiri karena memiliki dua “kegagalan” paham, pertama; merasa paling benar berimannya dan kedua: mencederai implementasi keimanan yaitu mencintai saudaranya adalah harus seperti mencintai dirinya sendiri.

Kita memang harus banyak introspeksi diri atau bahasa populer agamanya muhasabah dan beristighfar.

Kemanusian “orang lain”  adalah juga  kemanusian “kita’. Olehnya jangan mencederai kemanusian orang lain karena dengan itu sama saja dengan mencederai kemanusian diri kita sendiri.

Semoga Gusti Allah SWT memberikan sifat asah asuh dan asih kepada diri kita dan kepada orang lain. Aamiin Aamiin Aamiin

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara

Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ratusan Peserta Ramaikan EduTechnoFest 2026 FTIK UNISNU Jepara, Ini Daftar Juara Tiap Lomba

11 Februari 2026 - 20:43 WIB

Inovasi Digital Dorong Daya Saing Kopi Lokal, KKN UNISNU Jepara Berkolaborasi dengan Taruna Tani Mapan Desa Sumanding

9 Februari 2026 - 16:31 WIB

Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo

4 Februari 2026 - 11:37 WIB

Mahasiswa KKN UNISNU Jepara Inovasi Alat Bakar Sampah Minim Asap dan Sosialisasi Pendidikan di Desa Sumanding

3 Februari 2026 - 16:45 WIB

PBNU Luncurkan NU Harvest Maslaha, Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Syariah

2 Februari 2026 - 22:06 WIB

PCNU Jepara Kembali Salurkan Bantuan, 1.400 Paket Sembako untuk Korban Bencana di Desa Tempur dan Kunir

2 Februari 2026 - 21:54 WIB

Trending di Kabar