Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Esai · 30 Mar 2023 23:29 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan: Islam yang Mengglobal 


 Ngaji Tematik Ramadhan: Islam yang Mengglobal  Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Interaksi sosial adalah sebuah keniscayaan karena manusia diciptakan “tidak sendiri” sebagaimana digambarkan di dalam al Qur’an; “Ya-ayyuhannas, innaa kholaqnakum min dzakarin wa untsa wa ja’alnakum syu’uban wa qobaila lita’arofu, inna akromakum ‘indallahi atqokum.” 

Secarik ayat di atas begitu runtut dimana Gusti Allah SWT memulai dengan kata “menciptakan/kholaqa” manusia dari jenis laki laki dan perempuan. Dari jenis ciptaan yang berbeda namun “berjodoh” tersebut, kemudian Gusti Allah SWT menjadikannya (ja’ala)  berbangsa bangsa dan bersuku-suku yang tentu kondisinya akan berbeda dan beragam baik realitas sosialnya, perilaku, budayanya, adat istiadatnya, ekonominya, politiknya, kebutuhan pokoknya dan lain lain.

Perbedaan perbedaan tersebut tidak akan menjadi masalah karena justru perbedaan-perbedaan yang ada diberikan peluang untuk saling berkomunikasi, bersinergis,  berdialog  satu sama lain sehingga tercipta asimilasi dan akulturasi budaya yang berkembang dan maju.  

Dari sana kita bisa melihat bahwa prinsip hidup yang diterapkan Gusti Allah SWT adalah “kesamaan” yang “beragam”  sebagai manusia yang dibentuk oleh “lingkungan kecil dan membesarkannya” yaitu diawali dari lingkungan keluarga, lingkungan sosial, budaya, pendidikan dan lainnya yang berbeda dan beragam satu sama lain.

Oleh karena itu,  di hadapan Gusti Allah SWT manusia sama setara. Yang diukur dari “prestasinya” di dunia sebagai bekal di akherat kelak adalah taqwa.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa saling menguatkan satu sama lain walaupun kita berbeda dan beragam. Aamiin Aamiin Aamiin.

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara 

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim
Trending di Kabar