Menu

Mode Gelap
Lakpesdam NU Jepara Tancap Gas Penguatan Kaderisasi NU, PD-PKPNU Angkatan Ke-3 Digelar di Mlonggo Awal Maret 2023 Kiai Charis Turun Langsung Sosialisasikan RSNU Jepara, Gencarkan SIDoWaRaS Hingga Ranting Wakaf 4 m2 untuk RSNU, Petinggi Tahunan: Warga NU
Harus Dukung Inovasi Bidang Kesehatan
Meriahkan 1 Abad NU, Lesbumi Semaikan Pesan Nasionalisme Lewat Pementasan Ketoprak Santri NU Jepara Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru

Opini · 11 Agu 2019 07:07 WIB ·

Nilai Filosofis dan Budaya Menyembelih Kerbau


 Nilai Filosofis dan Budaya Menyembelih Kerbau Perbesar

H. Hisyam Zamroni, Wakil Ketua PCNU Jepara

Di kampungku Desa Ngabul Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara khususnya di Mushalla Darussa’adah mempunyai tradisi yaitu jika berqurban yang disembelih adalah kerbau. Hal ini mempunyai nilai filosofi yang tinggi. Pertama, mengedepankan akhlakul karimah yaitu menghormati saudara-saudara kita yang memuliakan hewan selain hewan kerbau.

Kedua, kerbau adalah simbol “kerakyatan dan kehidupan” di mana masyarakat dalam mencari kehidupan butuh kerbau untuk membajak, ngluku, nggaru di sawah dan kebun. Dan ketiga, daging kerbau ternyata terlalu tinggi nilai kolestrolnya.

Secara historis Mbah Joko Tingkir Raja Pajang memiliki hubungan yang sangat akrab dengan rakyat pada masanya yang juga disimbolkan dengan hewan kerbau. Sanad tentang kerbau di Nusantara ini sungguh memberikan nilai filosofis dan budaya yang tinggi sebagai simbol “keumatan dan atau kerakyatan. (*)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Santri Nasional Dan Pembangunan Peradaban

24 Oktober 2022 - 04:21 WIB

Shiddiqiyah : Thoriqoh Yang Mu’tabar (otoritatif) ataukah yang “nrecel” (Keluar Jalur) ?

15 Juli 2022 - 07:58 WIB

Jepara, Investasi Agrobisnis dan Jihad Pertanian NU

30 Mei 2022 - 02:50 WIB

Santri dan Filologi Islam Nusantara

25 April 2022 - 03:21 WIB

Mengurai Kontroversi Zakat Fitrah dengan Uang

25 April 2022 - 03:14 WIB

Belajar Natas-Nitis-Netes dari Puasa

1 April 2022 - 08:35 WIB

Trending di Opini
%d blogger menyukai ini: