Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 17 Jul 2016 11:02 WIB ·

NU dan Muhammadiyah Mau Tidak Mau Harus Bersatu


 NU dan Muhammadiyah Mau Tidak Mau Harus Bersatu Perbesar

hbh numd 3
JEPARA – Di hadapan 3000-an tamu undangan Halal Bihalal ke-1 Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Pendopo Kabupaten Jepara, Ahad (17/07/2016), Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq bicara soal nasib kabupaten Jepara.
Acara langka di Indonesia bertajuk “Halal Bihalal Sebagai Wahana Silaturrahim Membangun dan Memajukan Jepara” ini diharapkan Kiai Hayatun sebagai pemersatu agar kepentingan umum tidak diabaikan oleh para pemangku kebijakan hanya karena mereka bermain-main (la’ibat) atas rakyat.
Jika para pemimpin sibuk bermain-main, maka kelompok masyarakat akan tercerai berai. Rakyat Jepara yang berjumlah 1,2 juta akan jadi taruhan, terutama menjelang Pilkada Jepara 2017 nanti. “NU maupun Muhammadiyah mau tidak mau harus menentukan nasib Kabupaten Jepara,” ujar Kiai Hayatun dalam sambutan.
Jika NU, Muhammadiyah dan elemen lain di Jepara bersatu untuk membangun, tentu jepara akan kuncoro (terkenal). “Kuncorone njeporo itu sudah ada sejak saya belum lahir,” jelas Kiai Hayatun dengan menyebut popularitas Jepara dalam bidang mebel, ukiran, tokoh pahlawan Kartini, Ratu Shima hingga durian petruk asli Tahunan yang terkenal karena rasanya yang khas.
Baginya, durian petruk adalah buah asli Jepara yang tidak bisa digantikan walau bakul durian dari Ungaran, misalnya, menyebut duriannya disebut petruk berkali-kali. Namanya bisa saja petruk, tapi rasanya jelas beda. “Paham dengan perkataan saya kan,” tanya Kiai Hayatun kepada hadirin.
Acara halal Bihalal yang dilanjut dengan Komunike gerakan moral bersama ini juga dihadiri Bupati Jepara, Ahmad Marzuki, Wakil Bupati Subroto, Ketua DPRD, Aris Isnandar, serta beberapa tokoh agama Kristen, Budha dan lainnya. (abd)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar