Menu

Mode Gelap
R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas UNISNU Gelar Wisuda ke-26, Abbas dan Areeya asal Thailand Turut di Wisuda Membaca “Tanda Tangan” Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

Kabar · 17 Jul 2016 11:02 WIB ·

NU dan Muhammadiyah Mau Tidak Mau Harus Bersatu


 NU dan Muhammadiyah Mau Tidak Mau Harus Bersatu Perbesar

hbh numd 3
JEPARA – Di hadapan 3000-an tamu undangan Halal Bihalal ke-1 Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Pendopo Kabupaten Jepara, Ahad (17/07/2016), Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq bicara soal nasib kabupaten Jepara.
Acara langka di Indonesia bertajuk “Halal Bihalal Sebagai Wahana Silaturrahim Membangun dan Memajukan Jepara” ini diharapkan Kiai Hayatun sebagai pemersatu agar kepentingan umum tidak diabaikan oleh para pemangku kebijakan hanya karena mereka bermain-main (la’ibat) atas rakyat.
Jika para pemimpin sibuk bermain-main, maka kelompok masyarakat akan tercerai berai. Rakyat Jepara yang berjumlah 1,2 juta akan jadi taruhan, terutama menjelang Pilkada Jepara 2017 nanti. “NU maupun Muhammadiyah mau tidak mau harus menentukan nasib Kabupaten Jepara,” ujar Kiai Hayatun dalam sambutan.
Jika NU, Muhammadiyah dan elemen lain di Jepara bersatu untuk membangun, tentu jepara akan kuncoro (terkenal). “Kuncorone njeporo itu sudah ada sejak saya belum lahir,” jelas Kiai Hayatun dengan menyebut popularitas Jepara dalam bidang mebel, ukiran, tokoh pahlawan Kartini, Ratu Shima hingga durian petruk asli Tahunan yang terkenal karena rasanya yang khas.
Baginya, durian petruk adalah buah asli Jepara yang tidak bisa digantikan walau bakul durian dari Ungaran, misalnya, menyebut duriannya disebut petruk berkali-kali. Namanya bisa saja petruk, tapi rasanya jelas beda. “Paham dengan perkataan saya kan,” tanya Kiai Hayatun kepada hadirin.
Acara halal Bihalal yang dilanjut dengan Komunike gerakan moral bersama ini juga dihadiri Bupati Jepara, Ahmad Marzuki, Wakil Bupati Subroto, Ketua DPRD, Aris Isnandar, serta beberapa tokoh agama Kristen, Budha dan lainnya. (abd)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pembukaan Bahtsul Masail PWNU Jateng, Rais Syuriah: Agendakan Rutin

20 April 2026 - 15:02 WIB

Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas

18 April 2026 - 10:05 WIB

Panitia Bahtsul Masail PWNU Jateng dan PCNU Jepara.

UNISNU Gelar Wisuda ke-26, Abbas dan Areeya asal Thailand Turut di Wisuda

17 April 2026 - 10:11 WIB

Membaca “Tanda Tangan” Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian

16 April 2026 - 17:17 WIB

ILUSTRASI Membaca "Tanda Tangan" Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian

Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

16 April 2026 - 17:10 WIB

ILUSTRASI Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

“Nora Mambu Janma: Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga

16 April 2026 - 14:50 WIB

ILUSTRASI Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga
Trending di Kabar