Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Kabar · 25 Okt 2021 15:04 WIB ·

Santri, Penerus Estafet Nahdlatul Ulama


 Santri, Penerus Estafet Nahdlatul Ulama Perbesar

Karang Taruna, IPNU IPPNU, dan Ansor Jambu Timur gelar Upacara Hari Santri.
(Foto: Afrikhatul Afidah)

nujepara.or.id – Karang Taruna, IPNU-IPPNU, dan Ansor Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara memeriahkan peringatan Hari Santri tahun 2021 dengan mengadakan berbagai kegiatan di antaranya Upacara, Ziarah Sesepuh, Selapanan Jumat Legi, dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Untuk menyemarakkan acara, kegiatan yang diinisiasi Karang Taruna ini menggandeng mahasiswa KKN UIN Walisongo Kelompok 140.

Upacara Hari Santri dilaksanakan Jumat (22/10/2021) bertempat di Gedung NU Jambu Timur. Anggota Banser Fajar Cahyaning Agung bertindak sebagai inspektur upacara, Petugas upacara diwakili mahasiswa KKN UIN Walisongo, dan Ahmad Sutiyono sebagai Pembina Upacara.

Dalam amanatnya, Sutiyono menyampaikan santri bukan hanya yang mengaji di pondok saja, yang hanya mengabdikan hanya untuk kiai saja. “Yang namanya santri untuk zaman sekarang itu  meskipun bukan menetap di sebuah pondok tapi jika mengabdikan  perjuangannya untuk negara dan bangsa serta maslahah banyak itu juga dinamakan santri. Terlebih khusus yang menghidupkan dan melanjutkan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama,” terangnya.

Ziarah sesepuh desa mengingatkan jasa leluhur. (Foto: Afrikhatul Afidah)

Lebih lanjut ia mengajak peserta yang hadir untuk meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama meskipun dalam wujud kecil asal berkesinambungan. Itu sudah seperti jihad. Sebagaimana santri dulu yang juga berjihad untuk mengabdikan diri untuk kemerdekaan negara ini.

Ketua Karang Taruna, Ubaidur Rahman mengemukakan kegiatan dimaksudkan untuk mengenalkan kepada generasi muda tentang sesepuh Desa Jambu Timur dengan cara  mendoakan para sesepuh desa atas jasa-jasa yang telah mendahului  kita.

Tiga makam yang diziarahi pada kesempatan itu KH Umar bin Abu Sujak (Klithik), Mbah Suluk (Jemewek) serta KH. Dzakirullah A’lam (Sendang).

Setelah ziarah acara dilanjutkan Selapanan Jumat  Legi, Istighosah, dan Maulid Nabi Muhammad SAW bertempat di Gedung NU Desa Jambu Timur. Acara Selapanan diisi Ngaji Hikam yang diasuh  KH Charis Rahman (Rais Syuriyah MWCNU Mlonggo) dan maulid Nabi yang dimeriahkan Hadrah  Jam’iyyah Manbaul Huda. (aa)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar