Menu

Mode Gelap
Gerakan Wakaf Massal Kec. Pakis Aji: Kalaborasi KUA Pakis Aji, Pemdes Tanjung dan UNISNU Jepara PCNU Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Sumberrejo Donorojo PCNU Jepara Buka Posko Peduli Bencana 2026, Tingkatkan Sinergi untuk Penanggulangan Bencana Haul Gus Dur ke-16 dan Harlah NU ke-103 Digelar di Pusat Pemerintahan Jepara, Teguhkan Persatuan dan Komitmen Kebangsaan Praktikum Haji, Prodi PAI UNISNU Jepara Gelar Manasik di Wisata Edukasi Religi Boyolali

Kabar · 30 Mei 2019 15:02 WIB ·

Substansi Tarawih Keliling Menyelamatkan Masjid-masjid NU


 Substansi Tarawih Keliling Menyelamatkan Masjid-masjid NU Perbesar

Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq menyampaikan mauidlah.

nujepara.or.id – Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq saat memberikan mauidlah hasanah dalam kegiatan Khataman Kegiatan Ramadhan Masjid An Nur dan Khataman Tarawih Keliling MWCNU Bangsri yang berlangsung di Masjid An Nur Bangsri Jepara, Rabu (29/5/2019) malam mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Substansi dari kegiatan tarawih keliling adalah menyelamatkan masjid-masjid yang biasanya dikelola oleh NU,” paparnya.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua MWCNU Bangsri H. M. Ihsan, Ketua PAC GP Ansor M. Ahnafuddin, Takmir Masjid An Nur KH Nuruddin Amin, Banom NU di naungan Kecamatan Bangsri, santri dan masyarakat umum.

Menurut kiai yang akrab disapa Mbah Yatun masjid, mushala, madrasah, pondok pesantren dan sejenisnya merupakan aset NU yang  penting. Makanya agar tidak di ambil orang, asset itu tegasnya harus diselamatkan.

Aset NU yang kedua adalah warga. Pengasuh Pesantren Hadziqiyah Nalumsari Jepara itu mengajak warga NU jangan dibuat obyek terus-menerus. Karena itu solusinya warga NU harus membesarkan lembaga kesehatan, ekonomi, pendidikan, maupun aspek-aspek yang lain.

Jamaah Khataman kegiatan Ramadhan Masjid An Nur Bangsri.

Pengurus MWCNU Bangsri yang diwakili KH Ahyaruddin Ya’qub dalam sambutannya menyebutkan 3 kategori manusia setelah berpuasa. Kategori pertama, dlalimun linafsih (munafik), kedua, muqtasid (tidak ada kemajuan) dan ketiga, sabiqun bil khairat (berlomba untuk mencari kebaikan).

Kegiatan yang dilaksanakan setelah shalat tarawih itu juga diisi dengan santunan yatama, dan pembagian kotak koin NU se-desa Bangsri. (ip)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gerakan Wakaf Massal Kec. Pakis Aji: Kalaborasi KUA Pakis Aji, Pemdes Tanjung dan UNISNU Jepara

19 Januari 2026 - 14:36 WIB

PCNU Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Sumberrejo Donorojo

15 Januari 2026 - 09:58 WIB

PCNU Jepara Buka Posko Peduli Bencana 2026, Tingkatkan Sinergi untuk Penanggulangan Bencana

13 Januari 2026 - 19:11 WIB

Haul Gus Dur ke-16 dan Harlah NU ke-103 Digelar di Pusat Pemerintahan Jepara, Teguhkan Persatuan dan Komitmen Kebangsaan

9 Januari 2026 - 14:47 WIB

Tahun 2026 Bakal Muncul 4 Gerhana Matahari dan Bulan

8 Januari 2026 - 16:43 WIB

Praktikum Haji, Prodi PAI UNISNU Jepara Gelar Manasik di Wisata Edukasi Religi Boyolali

8 Januari 2026 - 16:24 WIB

Trending di Kabar