Menu

Mode Gelap
R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya

Kabar · 15 Jan 2018 01:45 WIB ·

Urusan Keagamaan Bukan Hanya Tanggung Jawab Ulama


 Urusan Keagamaan Bukan Hanya Tanggung Jawab Ulama Perbesar

Jepara – Pemerintah Desa (Pemdes) Margoyoso kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara belum lama ini mengundang 125 nadlir, takmir, imam masjid dan musholla hadir di Balai Desa setempat guna membahas realisasi dana APBDES 2017.
Diundangnya ratusan orang itu untuk menindaklanjuti program keagamaan yang tertuang dalam visi-misi Petinggi Margoyoso terpilih, Miftakhul Huda.
Dari rilis yang diterima redaksi ada empat program keagamaan yang dimaksud; 1) gerakan shalat Subuh berjamaah, 2) gerakan matikan TV ba’dal Maghrib, 3) gerakan membaca al Quran dan 4) wajib belajar madin 6 tahun.
Menurut Petinggi Margoyoso, Miftakhul Huda dalam paparannya mengatakan latar belakang program itu lantaran pihaknya merasa khawatir dan miris tentang terjadinya degradasi moral masyarakat Jepara yang semakin hari semakin memprihatinkan.
Di samping itu juga lantaran maraknya kenakalan remaja yang di antaranya pergaulan bebas, hamil di luar nikah, miras yang menjadi konsumsi sebagian usia pelajar zaman now.
“Dari dasar ini kami membuat sebuah program yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan ahlakul karimah,” terangnya.
Miftakhul Huda menandaskan bahwa urusan keagamaan bukan hanya sekadar tanggung jawab alim ulama atau pun guru ngaji. Pemdes juga punya tanggung jawab dalam urusan tersebut.
Pemdes lanjutnya menjadi jembatan penghubung antara ulama, kiai dan para guru ngaji memberikan tunjangan dan arahan kepada mereka.
Hal lain dikemukakan Sudi Hariyanto, Kepala Urusan Perencanaan, program itu akan menjadi pondasi yang baik tentang keterlibatan Pemdes dengan Ulama agar menjadi skala prioritas.
Untuk melaksanakan program itu pihaknya melibatkan Nahdlatul Ulama (NU) dan Banomnya. Selaku ketua NU Ranting Margoyoso, Nur Wahid menyatakan pembuatan tim pelaksana kegiatan tersebut terdiri dari kiai dan ulama.
Kiai Amin Taufiq, tokoh masyarakat setempat mengusulkan agar segera menyusun program jangka pendek, menengah dan panjang serta pembuatan baliho di setiap perempatan dan pertigaan desa.
Kiai Nurul Musyafak yang hadir sebagai narasumber menyampaikan pentingnya pemberian surat edaran kepada warga. Ia juga mengimbau kepada para kiai dalam memberi ceramah atau khutbah Jumat tak henti-hentinya menyinggung 4 program tersebut.
“Semoga 4 program keagamaan bisa terwujud,” harap Miftakhul Huda. (sm)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

Pembukaan Bahtsul Masail PWNU Jateng, Rais Syuriah: Agendakan Rutin

20 April 2026 - 15:02 WIB

Trending di Bahtsul Masail