Menu

Mode Gelap
Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

Kabar · 17 Mei 2016 20:02 WIB ·

Warga NU Harus Pasang Foto KH Hasyim Asy’ary


 Warga NU Harus Pasang Foto KH Hasyim Asy’ary Perbesar

makam kiai kathi jepara

Berdoa: seorang peziarah berdoa di samping makam Kiai Kathi Jepara (16/05).


KECAPI – Ada sejarah yang tidak banyak orang tahu tentang keterkaitan Jepara dengan dakwah Nabi Muhammad SAW. Dulu, kabupaten di pesisir utara itu pernah jadi perhatian Nabi waktu masih hidup. Ada 41 sahabat yang diutus beliau untuk lawatan politik dan dakwah ke nusantara. Sayyid Jafar bin Abi Thalib adalah nama yang diutus ke kerajaan Ratu Shima kala itu.
Sahabat Ali bin Abi Thalib yang jadi salah satu utusan pun sempat mampir dan menginjakkan kaki ke tanah Jepara sebelum kembali pulang ke Madinah bersama 40 rombongan lain. Ketika berkuasa, Khalifah Muawiyah pun pernah mengutus delegasi ke Jepara, yang kemudian bisa mempengaruhi Ratu Shima menerapkan hukum potong tangan. Namanya Abi Saffan.
Sejarah itu diungkapan oleh KH. Hisyam Zamroni, dalam sambutan sebagai wakil ketua PCNU Jepara pada acara haul Kiai Kathi, di Komplek makam Kiai Kathi, Jl. Kiai Kathi, Dusun Telahap, Desa Kecapi Rt. 12 Rw. 02, Tahunan, Jepara, Rabu (11/05/2016) malam.
Apa yang disampaikannya itu ternyata membuat Habib Musthafa al-Aydrus dari Bangilan, Tuban, Jawa Timur, yang kala itu jadi pembicara, mengaku ikut tertarik membincang sejarah Nabi, sahabat, hingga sejarah NU dan bangsa Indonesia.
Habib Musthafa mengapresiasi perhatian pengurus NU Jepara yang mau ikut mendukung dan nguri-nguri tradisi ulama salaf semacam acara haul Kiai Kathi. Jika pengurus NU mau mengawal hal-hal laiknya haul dan lainnya, itu bagian dari kecintaan NU kepada wali Allah.
Kepada ribuan hadirin, Habib Musthafa menantang warga NU Jepara untuk membuat spanduk besar bertuliskan “Kami warga NU Jepara Menolak Wahabi”. Menurutnya, spanduk itu penting untuk menyatakan sikap agar warga NU tidak mudah disusupi oknum wahabi yang sering merusak tradisi leluhur.
Ia juga menghimbau kepada warga NU yang benar-benar mengaku NU agar memasang foto Hadzratussyaikh KH Hasyim Asy’ary  di tiap-tiap ruang tamu. Gunanya, ketika ada misionaris wahabi datang, ia akan putar balik sendiri, pulang tanpa diantar.
Jika NU sudah dimasuki wahabi, bukan tidak mungkin Indonesia akan hancur. Sebab, dari dulu NU adalah penjaga tradisi yang hingga kini terbukti membentuk karakter umat Islam di Indonesia dan menjadi bangsa Indonesia 100 persen.
“Merusak tahlilan seperti yang dilakukan wahabi berarti merusak Bangsa Indonesia. Karena Indonesia sudah mengenal tahlilan dan shalawatan sebelum Indonesia merdeka. Dan yang mengamalkan itu semua adalah NU,” ujar Habib Musthafa. (abd)

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth
Trending di Kabar