Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Headline · 19 Nov 2024 02:00 WIB ·

Haul Sultan Hadlirin Mantingan ke-491, Prof KH. Said Aqil Siradj Ingatkan NU sebagai Benteng Akidah Aswaja


 Haul Sultan Hadlirin Mantingan ke-491, Prof KH. Said Aqil Siradj Ingatkan NU sebagai Benteng Akidah Aswaja Perbesar

nujepara.or.id – Dalam rangka memperingati Haul Sultan Hadlirin ke-491 th 2024, sejumlah kegiatan digelar oleh pengurus Masjid dan Makam Astana Sultan Hadlirin Mantingan

Dimana puncak kegiatan Pengajian Umum dilaksanakan pada Senin malam Selasa (18 November 2024), bertempat dihalaman Masjid Astana Mantingan.

Acara dimulai dengan pembacaan manaqib kisah Sultan Hadlirin, yang berasal dari aceh. Sejarah dibacakan oleh Sutarya selaku pengurus.

Hadir sebagai pembicara dalam pengajian umum, mantan Ketua Umum PBNU Prof. KH. Said Aqil Siraj. Sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan dari unsur Pemerintahan juga turut hadir pada acara tersebut.

Dr. KH. Akhirin, pengurus Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan yang berkesempatan menyampaikan sambutan atas nama panitia mengucapakan terima kasih kepada seluruh jama’ah yang hadir.

Atas nama panitia, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yg telah membantu atas terselenggaranya Haul kali ini.

“Harapannya, keteladanan Sultan Hadlirin lewat aspek religi, seni dan budaya ukir bisa digaungkan kembali,” ungkapnya.

Selain pengajian umum, berbagai rangkaian kegiatan Haul Sultan Hadlirin ke-491 tahun 2024 juga ikut menyemarakkan arena antaranya Bazar UMKM expo, Lomba Rebana, Lomba Baca Kitab kuning dan beraneka ragam lomba santri.

Sementara itu, Kyai Said dalam mauidhoh khasanah nya mengamanahkan kepada para pengurus NU dan jama’ah agar membimbing masyarakat di Jepara sesuai dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Terutama bagi mereka yang masih awam, tidak mengerti tentang dalil-dalil dan usul fiqh. NKRI ini merupakan produk final dan patut kita jaga bersama karena keberkahannya, hingga sekarang kita masih terjaga. (hnv/red)

Artikel ini telah dibaca 138 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar