Oleh; Ky Hisyam Zamroni
Khutbah Pertama
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ هٰذَا الْيَوْمَ عِيْدًا لِلْمُسْلِمِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jamaah Idul Fitri yang Dimuliakan Gusti Allah Ta’ala
,
Pagi ini, takbir berkumandang membelah angkasa, menandakan kemenangan besar bagi jiwa-jiwa yang telah ditempa di madrasah Ramadhan. Kita kembali kepada fitrah, kesucian asal kejadian manusia yang bersih dari noda dan benci. Namun, Iedul Fitri bukan sekadar ritual baju baru atau hidangan lezat. Iedul Fitri adalah momentum “Penciptaan Perdamaian Dunia” yang dimulai dari kedamaian di dalam hati kita masing-masing.
Hadirin Hadirot Rohima Kumullah
Perlu kita ketahui bersama bahwa Islam adalah Agama Kedamaian. Nama agama kita, Islam, berakar dari kata Salm yang berarti damai. Gusti Allah Ta’ala menyeru kita untuk masuk ke dalam kedamaian secara menyeluruh. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah: 208:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam (kedamaian) secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”
Perdamaian dunia tidak akan terwujud selama manusia masih mengikuti langkah setan berupa keserakahan, rasisme, dan rasa benci antar sesama.
Jama’ah Shalat Iedu Fitri Rohimakumullah
Iedul Fitri mengisyaratkan kepada kita sebagai Pesan Kemanusiaan Global. Puasa mengajarkan kita empati. Rasa lapar yang kita rasakan adalah pengingat akan penderitaan jutaan orang di belahan dunia lain yang didera konflik dan kemiskinan. Kanjeng Nabi Muhammad Rasulillah SAW menegaskan bahwa definisi Muslim sejati erat kaitannya dengan keamanan orang lain:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang Muslim adalah seseorang yang orang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Jika dalam skala kecil kita mampu menjaga lisan dan tangan dari menyakiti tetangga, maka dalam skala besar, kita sedang menyumbang batu bata bagi bangunan perdamaian dunia.
Hadirin Hadirot Rohima Kumullah
Iedul Fitri merupakan sebagai Jembatan Rekonsiliasi. Hari ini adalah waktu terbaik untuk memutus rantai permusuhan. Perang dan konflik di berbagai belahan dunia seringkali berawal dari ego yang tidak mau mengalah. Idul Fitri menuntut kita untuk saling memaafkan.
Gusti Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 10:
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damai kanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Ma’asyiral Muslimin Rohimakumullah
Mari kita jadikan Idul Fitri tahun ini sebagai deklarasi perdamaian. Mulailah damai dengan keluarga, damai dengan tetangga, dan tebarkan pesan damai ke seluruh dunia melalui media sosial dan perilaku nyata. Dunia yang lelah dengan pertikaian ini sangat merindukan cahaya Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ
Khutbah Kedua
اللهُ أَكْبَرُ (7x) وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ فِيمَا أَمَرَ وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ بَلْدَتَنَا اِنْدُوْنِيْسِيَا هٰذِهِ بَلْدَةً آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
*H. Hisyam Zamroni; Sekretaris Idaroh Syu’biyyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh An – Nahdliytah (Jatman) Kab. Jepara