Menu

Mode Gelap
Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia

Interaktif Ramadan · 12 Apr 2023 22:56 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadan : Terima Kasihmu adalah Keberuntunganmu


 Ngaji Tematik Ramadan : Terima Kasihmu adalah Keberuntunganmu Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni

nujepara.or.id – Sekedar mengucapkan “terima kasih” kadang rasanya sangat sulit, padahal implikasinya sangat besar, sebagaimana termaktub di dalam al Qur’an :

“Wa idz ta-adzdzana robbukum, Lain Syakartum la-azidannakum, walain kafartum inna ‘adzabiy lasyadid”

Ayat diatas memberikan sebuah “kecendrungan” kepada kita bahwa manusia hidup itu memiliki dua rasa yaitu rasa “terima kasih” dan rasa “pembangkangan” terhadap nikmat yang diberikan oleh Gusti Allah SWT.

Rasa “berterima kasih” tidak hanya sekedar “ucapan” tapi lebih dari itu harus diikuti dengan perencanaan dan progresifitas etos kerja yang terus menerus sehingga “tambahan” nikmat yang diberikan oleh Gusti Allah SWT dapat berkelanjutan. Olehnya ayat ini boleh jadi memotivasi kepada kita untuk melakukan “berterima kasih secara sustainable” yaitu upaya melakukan sesuatu yang terus menerus atas dasar kesadaran bahwa apa yang kita lakukan adalah bagian dari proses meraih cita dan kesuksesan atas dasar ridho dari Gusti Allah SWT. Karena rasa “terima kasih secara sustainable” tersebut menjadikan kita akan mendapatkan tambahan nikmat yang melimpah ruah atau berlipat ganda.

Sebaliknya, jika kita tidak mengikuti konsep “berterima kasih secara sustainable” diatas, maka kegagalan demi kegagalan akan menerpa karena mengingkari semua proses dan upaya yang ditetapkan oleh Gusti Allah SWT.

Rasa syukur adalah nuansa hidup yang memotivasi kepada kita bahwa apa yang kita dapat tidak semata-mata “usaha” kita sendiri tapi ada “koneksi ke-Tuhan-an” yang menaunginya.

Rasa syukur juga mengharuskan kita untuk berbagi dengan sesama karena nikmat yang kita dapat pada dasarnya “dititipkan” untuk bisa di bagi kepada orang lain.

Semoga kita termasuk orang orang yang ahli bersyukur. Aamiin Aamiin Aamiin

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an

Melipat Jarak, Saat Timur dan Barat Berdenyut di Dalam Dada

25 Februari 2026 - 14:19 WIB

Menyingkap Makna Perintah Membaca dalam Al-Qur’an

24 Maret 2024 - 11:48 WIB

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (5)

16 Maret 2024 - 04:48 WIB

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (3)

14 Maret 2024 - 04:02 WIB

Trending di Hujjah Aswaja