Menu

Mode Gelap
Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia

Interaktif Ramadan · 15 Apr 2023 21:31 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadan : Kampung Akhirat (Surat Alfatihah ayat 3)


 Ngaji Tematik Ramadan : Kampung Akhirat (Surat Alfatihah ayat 3) Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni

nujepara.or.id – “Kampung akhirat” adalah ada yang menguasai dan ada yang memiliki yaitu Gusti Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam al Qur’an :

“Malikiyawmiddin”

Ayat pendek diatas jika kita pahami secara mendalam akan memberikan pantulan kehidupan yang rendah hati, adab ashor dan tidak jumawa.

Kadang manusia mempunyai “kuasa” seakan akan sudah “maha kuasa” yaitu merasa memiliki semua yang dikuasainya sehingga semua yang dikuasai harus mengikutinya dan tunduk kepadanya atau bahasa mudahnya manusia tanpa sadar telah menjelma “macak menjadi Gusti Allah SWT”. Hal ini akan mempunyai konsekwensi sifat yang kurang baik yaitu “sifat sombong” dan “angkuh” karena merasa “maha kuasa”.

Ke-alpa-an manusia ini lah disentil oleh Gusti Allah SWT dengan bahasa yang sederhana bahwa Gusti Allah SWT adalah Sejatinya Yang Maha Memiliki dan Maha Penguasa jagad raya bahkan Pemilik dan Penguasa setelah jagad raya ini dilalui dan tiada yaitu “kampung akhirat” kelak.

Olehnya, kesadaran kita sebagai manusia harus mengokohkan diri kita dan kejati-dirian kita bahwa jangan sampai kita “menciderai” hakekat kemanusiaan kita sebagai hamba yang tanpa “kuasa” dan tanpa “memiliki” apa pun kecuali mendapatkan setetes Kuasa dari Gusti Allah SWT.

Jika kesadaran diri ini tertanam pada diri kita, maka saat kita menjadi pemimpin atau pun penguasa tidak akan pernah terlintas dibenak menyebut dirinya “maha kuasa” dan “maha memiliki” yang berujung akan menjadi pemimpin yang otoriter atau sewenang-wenang.

“Kampung akhirat” ini menjadi “ibroh” bahwa tidak ada satu pun orang yang merasa “berkuasa” dan “memiliki kuncinya kampung akhirat” dan sebagai bukti keterbatasan manusia di mana manusia pada posisi “lemah” yaitu sebagai hamba yang harus tunduk dan patuh kepada “Sang Pemilik dan Penguasa Kampung Akhirat”.

Semoga Gusti Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita, kelak bisa menjadi penghuni “kampung akhirat”. Aamiin Aamiin Aamiin Aamiin.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an

Melipat Jarak, Saat Timur dan Barat Berdenyut di Dalam Dada

25 Februari 2026 - 14:19 WIB

Menyingkap Makna Perintah Membaca dalam Al-Qur’an

24 Maret 2024 - 11:48 WIB

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (5)

16 Maret 2024 - 04:48 WIB

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (3)

14 Maret 2024 - 04:02 WIB

Trending di Hujjah Aswaja