Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Hujjah Aswaja · 20 Sep 2023 08:04 WIB ·

Ngaji Thematik Maulid : Tuhan, Malaikat dan Kita Semua Bersalawat


 Ngaji Thematik Maulid : Tuhan, Malaikat dan Kita Semua Bersalawat Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni

nujepara.or.id – Bulan ini adalah sangat istimewa dimana kita bisa memperingati lahirnya Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW yang rasanya rugi jika kita tidak memperbanyak membaca shalawat, sebagaimana termaktub didalam al Qur’an:

“Innallaha wa Malaikatahu yusholluna alan Nabiy.. Ya Ayyuhalladzina amanu Shollu Alaihi Wasallimu Tasliman”

Teks al Qur’an di atas jelas dan gamblang agar kita bershalawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW.

Kadang banyak orang salah memahami bahwa memperingati maulud dengan membaca barzanjiy, burdah dan lain lain dianggap sebagai “tujuan atau maqoshid” sehingga dianggap oleh mereka sesuatu yabg ghuluw, bidengah dan lain lain, padahal memperingati maulud dengan membaca barzanjiy, burdah dan lain lain adalah sebagai cara, dan atau jalan memperbanyak membaca sholawat sambil memahami sejarah dan menghayati keutamaan bershalawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW.

Kita melihat di se-antero nusantara malam ini yaitu di masjid, musholla, surau, majlis ta’lim, rumah rumah, pondok pesantren dan lain lain begitu bergembira cerah dan ceria melantunkan shalawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW atas dasar mahabbah cinta, rindu dan syiar agar mendapat syafaat Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW baik di dunia maupun diakherat.

Kita yang begitu jauhnya jarak waktu dengan kehidupan Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW sungguh seakan-akan sangat dekat dan merasa rindu saat lantunan shalawat bergema di mana mana, maka jika kita pahami dengan “rasa yang tinggi” maka akan kita dapati bahwa Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW terbayang berkumpul bersama kita, memeluk kita, tersenyum indah dengan kita, menyapa kita dan menghilangkan dahaga rindu kita kepada Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW..

Bulan maulud ini, dengan keyakinan yang tinggi bahwa Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW adalah hadir dan menghadiri majlis majlis shalawat yang kita laksanakan setiap saat dan setiap waktu di bumi nusantara tercinta ini atas dasar panggilan, sapaan kasih sayang dan rindu kita kepada Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW

Ya Nabi Salam Alaika.. Ya Rosul Salam Alaika..

Ya Habib Salam Alaika.. Sholawatullah Alaika..

Bijahi Nabiyyina wa Habibina wa Syafi’ina Sayyidina wa Mawlana Muhammadin Rosulillah SAW Indonesia aman aman aman Indonesia Raya Aman… Aamiin Aamiin Aamiin.

Artikel ini telah dibaca 67 kali

Baca Lainnya

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga

30 April 2026 - 11:49 WIB

H. Hisyam Zamroni: Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

29 April 2026 - 09:36 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini
Trending di Budaya