Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Hujjah Aswaja · 24 Okt 2023 07:48 WIB ·

LP Ma’arif NU Jepara Gelar Workshop Pembelajaran Penjaskes Kurikulum Merdeka


 LP Ma’arif NU Jepara Gelar Workshop Pembelajaran Penjaskes Kurikulum Merdeka Perbesar

nujepara.or.id – Capacity building untuk guru-guru LP Ma’arif NU Jepara terus dilakukan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan juga untuk merespon regulasi pemerintah tentang pemberlakuan Implementasi Kurikulum Merdeka. Kali ini guru-guru Penjasorkes di bawah naungan KKMTs 02 Jepara mendapat program Workshop Paradigma Baru Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan dalam rangka Kurikulum Merdeka.

Kegiatan Workshop yang dilaksanakan atas kerjasama LP Ma’arif NU Jepara dengan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang diikuti 70 guru olahraga MTs-MA di bawah naungan LP Ma’arif NU Jepara. Kegiatan tersebut digelar di aula 2 LP Ma’arif Jepara pada hari Selasa 24 Oktober 2023.

Hadir dalam acara tersebut Ketua LP Ma’arif NU Jepara, Mualimin beserta jajarannya, Ketua MGMP Penjasorkes KKMTs 02 Jepara, Makruf beserta jajaran pengurus. Dari Tim Unwahas Semarang hadir Galuh Hendityo W., M. Pd., dan Dr. Trisyono, M. Pd., sekaligus sebagai narasumber.

Mualimin, Ketua LP Ma’arif Jepara saat membuka acara mengingatkan agar pengembangan olahraga di semua lembaga pendidikan terus ditingkatkan. Lembaga pendidikan harus mempunyai prioritas jenis olahraga yang menjadi pilihannya, tentu hal tersebut membutuhkan pelatih yang kompeten. ” Madrasah harus memiliki pelatih yang kompeten, “ora mung iso-isonan” sehingga kegiatan pengembangan penting terus dilakukan. ” Tuturnya.

Lebih lanjut Mualimin mengingatkan peran strategis yang dimiliki oleh guru olahraga dalam pengembangan bakat-bakat olahraga dan memupuk semangat mereka dalam mencintai olahraga.

” Guru olahraga harus peduli kepada siswa-siswinya yang memiliki talenta olahraga. Terus mengasah bakatnya lewat pendampingan rutin, ” ora sak karepe dewe” kalau ada lomba baru ramai-ramai latihan. Hal ini tidak produktif dalam mencetak olahragawan yang berkualitas.” Sambung Mualimin.

Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan Workshop Paradigma Baru Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan dalam Rangka Kurikulum Merdeka. Bertindak sebagai narasumber Dosen Unwahas Semarang, Dr. Trisyono, M. Pd.,dan Galuh Hendi Tio, M. Pd.

Kedua narasumber menawarkan paradigma baru dalam pembelajaran Penjasorkes yang lebih menarik, lebih menyemangati peserta didik dalam mengembangkan talenta dan bakat-bakat mereka sehingga dapat dikonversi menjadi prestasi.(Sub)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga

30 April 2026 - 11:49 WIB

H. Hisyam Zamroni: Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

29 April 2026 - 09:36 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini
Trending di Budaya