Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Pesantren · 18 Apr 2023 23:01 WIB ·

Badan Usaha Milik Pesantren di Jepara Siap Kembangkan Sayap


 Badan Usaha Milik Pesantren di Jepara Siap Kembangkan Sayap Perbesar

nujepara.or.id – Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) merupakan tempat unit usaha pesantren yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan para santri. Bank Indonesia (BI) siap memfasilitasi bisnis dan usaha pesantren yang ada di Kabupaten Jepara.

Melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), BI meminta agar mengklasifikasikan lima kebutuhan terbesar santri dan menjadikannya bisnis untuk menguatkan ekonomi di lingkungan pesantren. Sehingga, pesantren akan semakin berkembang.

”Kami siap memfasilitas mulai dari pembiayaan, bahkan pada skala besar bisa saling memenuhi antar pesantren,” kata Kepala Divisi Sistem Pembayaran – PUR Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Dedy Irianto dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi QRIS Sebagai alat pembayaran digital di Hall Hotel Jepara Indah Jepara, Selasa (18/4/2023).

Dikatakan, BI memiliki tugas stabilisasi ekonomi hingga pada sistem pembayaran. Digitalisasi pada transaksi keuangan melalui QRIS hingga pemberdayaan pesantren melalui RMI adalah bagian dari tugas BI. Sehingga, dilaksanakan sosialisasi di jepara bersama RMI dan forum komunikasi pondok pesantren.

”Tugas-tugas kami jalankan dan kami laporkan pada Komisi XI DPR RI,” terangnya.

Terkait digitalisasi pada transaksi keuangan menggunakan QRIS, dia menyebut akan memudahkan masyarakat terutama para pebisnis maupun pedagang. Transaksi dengan QRIS mempermudahkan penghitungan dan transaksi. Pedagang tinggal menerima laporan keuangan dari Bank, sehingga tidak memiliki resiko kehilangan atau salah hitung.

”Dengan QRIS tidak [perlu mencatat pakai buku, bisa tinggal menerima laporan bank,” terangnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi mengatakan, sinergi antara BI, perbankan, dan DPR RI mendorong dunia pesantren untuk masuk sektor ekonomi. Melalui akses pembiyaan dan digitalisasi keuangan akan memperbesar hidmat pesantren ke masayarakat sekitar.

”Digitalisasi keuangan ini salah satunya. Aspek yang lain akan kita buka semua,” bebernya.

KOmisi XI DPR RI denagn Bank Indonesia akan segera membuka peluang lain seperti pembinaan dan pembiayaan.

”Kami akan lihat potensinya, apakah masuk ke BMT atau usaha yang lain. kita akan buka akses pembiayaannya,” imbuh Fathan.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya

19 April 2026 - 18:37 WIB

NASAB SYAIKH ABDUL HAMID KUDUS CUCU KHATHIB MASJID AL-AQSHA MENARA KUDUS

19 Juni 2025 - 12:45 WIB

MWC NU Kedung Jepara Gelar Acara Spesial untuk Hari Santri 2024

22 Oktober 2024 - 17:10 WIB

FATAL! Sekaliber Gus Muwaffiq Kok Mem”Ba’alawi”kan Sanad Keilmuan Mbah KH. Hasyim Asyari (?)

10 November 2023 - 09:14 WIB

Ngaji Filosofi: Siapa Manusia Yang Sukses Meneladani Nabi Muhammad?

28 September 2023 - 22:58 WIB

Trending di Headline