Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Headline · 22 Nov 2023 21:23 WIB ·

Bedah Buku, Lesbumi NU Jepara Bahas Jejaring Ulama Jepara


 Bedah Buku, Lesbumi NU Jepara Bahas Jejaring Ulama Jepara Perbesar

nujepara.or.id – Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Kabupaten Jepara, Ngateman menyinggung peran para ulama di Jepara yang saling berjejaring. Salah satunya adalah melalui titik temu pada KH. Ahmad Fauzan, pendiri NU Jepara sekaligus Rais Syuriyah PCNU Jepara sampai 1972.

Ngateman menyampaikan bersamaan dalam kegiatan bedah buku “KH. Ahmad Fauzan; Biografi, Pemikiran, dan Peranannya di Jepara”, di Gedung Shima area Pendopo Kabupaten Jepara, Ahad (18/11/2023). Hadir dalam acara tersebut adalah Ketua Tanfizdiyah PCNU Kabupaten Jepara KH. Charis Rohman, Pj Bupati Jepara, M. Dalhar selaku penulis buku, KH. Nur Rohman Fauzan sebagai putra KH. Ahmad Fauzan dan Mustasyar PCNU Jepara, Dr. Muh. Khamdan selaku peneliti jaringan ulama, dan sejumlah delegasi MWCNU se-Jepara, dan delegasi ranting NU se- Kecamatan Jepara.

M. Dalhar mengawali paparannya tentang biografi penulisan buku dari sisi keluarga, aspek intelektualisme, keorganisasian, dan perjuangan. KH. Ahmad Fauzan yang lahir pada 1905 di Dukuh Penggung di Desa Gemiring Lor, Nalumsari, mengemban pendidikan dari lokal Jepara, Kasingan Rembang, Tayu Pati, sampai di Makkah. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi inspirasi kejuangan dalam pembentukan NU pertama di Jepara.

Narasumber kedua, Muh Khamdan, menguraikan gambaran jejaring ulama di Jepara dengan pendekatan titik temu KH. Ahmad Fauzan. Doktor lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menguraikan dengan empat tipologi diaspora jaringan, yaitu diaspora keturunan keluarga, diaspora intelektual, diaspora perjuangan, dan diaspora organisasi.

Pada sisi diaspora keturunan, KH. Ahmad Fauzan bertalian pada sosok Kyai Umar yang merupakan panglima Perang Diponegoro. Kyai Umar memiliki putri bernama Nyai Darijah yang menikah dengan Kyai Ahmad Sanwasi di Penggung Nalumsari. Pernikahan ini menurunkan KH. Abdur Rosul yang merupakan ayahanda KH. Ahmad Fauzan. Jejaring dari jalur keturunan Kyai Ahmad Sanwasi memiliki keterkaitan dengan Pesantren Darunnajah di Kedungleper Bangsri, Pesantren Sabilul Hadi di Surodadi Kedung, Pesantren Eru Cokro di Sinanggul Mlonggo, dan Pesantren KH Abu Kholil Gemiring Kidul Nalumsari.

Sementara itu, KH. Nur Rohman menjelaskan kepribadian ayahandanya, KH. Ahmad Fauzan, yang sangat menjunjung tinggi Kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al Ghazali. Hal itu juga yang setidaknya memengaruhi KH. Ahmad Fauzan menulis kitab berjudul “Alfiyah Al Ghazaliyah”, serta sejumlah syair-syair pendidikan untuk berdakwah.

Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta, memberikan apresiasi atas upaya Lesbumi NU Jepara untuk mengangkat peran tokoh-tokoh lokal di Jepara untuk menjadi teladan. Terlebih banyak tokoh yang tentunya mempunyai peran penting untuk kemerdekaan dan kemajuan Jepara dalam rentang waktu tertentu ke waktu berikutnya.

“Upaya Lesbumi NU Jepara saya harapkan akan membawa dampak kemajuan yang signifikan. Selama ini masyarakat Jepara mengenal beliau (KH. Fauzan) hanya sebagai nama jalan, mulai dari gedung DPRD Jepara sampai depan Radio Kartini Jepara”, ucap Edy Supriyanta melalui perwakilannya.

Artikel ini telah dibaca 130 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural

21 April 2026 - 15:51 WIB

H. Hisyam Zamroni

Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas

18 April 2026 - 10:05 WIB

Panitia Bahtsul Masail PWNU Jateng dan PCNU Jepara.

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri
Trending di Headline