Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Headline · 8 Mei 2023 01:07 WIB ·

Berikut Hasil Rekomendasi Sidang Komisi pada Muskercab II NU Jepara yang Harus Diketahui


 Berikut Hasil Rekomendasi Sidang Komisi pada Muskercab II NU Jepara yang Harus Diketahui Perbesar

nujepara.or.id- Perhelatan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara, Minggu (7/5/2023) menghasilkan beberapa rekomendasi yang harus dijalankan organisasi dalam satu semester ke depan.

KH. Charis Rohman (tengah) Ketua Tanfizdiyah PCNU Jepara.

Berikut hasil rekomendasi sidang komisi: PCNU harus lebih memperbanyak dakwah yang berhaluan Ahlusssunah Wal Jamaah yang dikemas secara digital. Hal ini bisa dikerjasamakan dengan TVNU atau LTN NU. Dibentuknya NU Mart sebagai badan usaha milik NU yang berbasis ekonomi. Mendukung percepatan pembangunan dan pelunasan tanah RSNU, mempublikasikan kegiatan-kegiatan lembaga serta meminta kepada para kiai untuk menulis dengan tema dakwah yang nanti akan dimuat ke dalam media nujepara.or.id.

Dalam bidang hukum, Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH NU) akan membuka biro konsultasi hukum, dan pendampingan Paralegal. Sedangkan dari Lesbumi NU meminta untuk segera membentuk Lesbumi tingkat MWC. Dari LKKNU akan membuka bimbingan konseling paska nikah untuk meminimalisir angka perceraian. Sarbumusi NU akan memberdayakan buruh perempuan. KONU akan turun kebawah untuk mencari bibit-bibit pemain sepakbola usia dini.

Muskercab II PCNU Jepara yang dilaksanakan di Pondok Pesantren (PP) Hazdiqiyah Kampus 2 Tritis, Nalumsari dihadiri jajaran Pengurus Tanfizdiyah dan Syuriah, serta lembaga dan banomnya. Dalam kesempatan itu Rais Syuriyah PCNU KH. Hayatun Nufus menekankan pentingnya sistem tata kelola organisasi dan kaderisasi.

“Kita harus tahu tujuan Muskercab. Ada dua yang harus dijalankan dalam Muskercab kali ini, penguatan sistem dan kaderisasi. Dua-duanya harus berjalan seimbang. Percuma sistem baik tapi kadernya atau sumber daya manusianya (sdm) tidak jalan. Organisasi akan amburadul, begitu pula sebaliknya”, kata KH. Hayatun Nufus atau yang akrab disapa Gus Yatun.

Lebih jauh Gus Yatun mengatakan bahwa sistem tidak hanya sekedar formalitas. “Kita sebagai organisasi yang besar dan mayoritas harus mempunyai SDM dan sistem yang mumpuni, jangan hanya dijadikan lumbung suara menjelang 2024”, beber Gus Yatun.

Gus Yatun juga menyoroti lemahnya warga NU dalam menjaga asetnya. Salah satunya mewanti-wanti dalam merawat dan menjaga RSNU yang sedang dibangun. “Jadikan pengalaman sebagai pelajaran, ojo sampe nek wes dadi apik diakoni wong liyo (jangan sampai kalau sudah jadi bagus diakui milik non NU). Aset NU harus diselamatkan”, lanjut Gus Yatun, dilanjutkan dengan resmi membuka Muskercab II PCNU Kabupaten Jepara. (ua)

Artikel ini telah dibaca 197 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Trending di Bahtsul Masail