Menu

Mode Gelap
Iedul Fitri dan Hari Anti-Kelaparan Sedunia Syarat “Ngaji” di Mbah Google dan Internet Kuatkan UMKM, Ansor Jalin Kerjasama Dengan BNI Jepara NU Jepara Dukung Progam 1 Juta Vaksin Booster Suluk Mantingan : Membangun Relasi Agama, Seni dan Budaya

Kyaiku · 16 Apr 2022 15:11 WIB ·

Gus Baha : Perlu Persiapan Cari Lailatul Qadar


 Gus Baha : Perlu Persiapan Cari Lailatul Qadar Perbesar

nujepara.or.id – KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengatakan, perlu persiapan untuk mencari Lailatul Qadar. Hal ini disampaikannya saat berbicara dalam program Narasi yang dipandu Najwa Shihab

Video yang diunggah dalam channel YouTube Najwa Shihab itu mengusung tema Bersama Gus Baha, Mencari Lailatul Qadar. “Di mana-mana yang namanya mencari itu ya ada persiapannya. Terkadang kita tidak persiapan, tapi merasa mencari. Kalau tidak ada persiapan, namanya menunggu. Bukan mencari,” kata Gus Baha.

Teks mengenai Lailatul Qadar, kata Gus Baha, telah disabdakan Rasulullah SAW dalam hadis sahih agar kita mencari.

“Bagi seseorang yang meyakini malam Lailatul Qadar datang di atas tanggal 20, jangan menafikan persiapan sejak 1 Ramadhan atau bahkan mulai Rajab,” terangnya.

Selain itu, Gus Baha menekankan pentingnya menjaga perbuatan selama Ramadhan. “Rasulullah SAW sering mencontohkan agar jangan membicarakan orang lain, jangan melakukan perbuatan dosa saat Ramadhan. Akan sia-sia pahala itu karena diambil orang yang kita bicarakan,” ungkapnya.

Menurut Gus Baha, perlu perhitungan-perhitungan hukum yang matang. “Apa artinya Ramadhan jika memakan riba atau hal haram, kemudian membicarakan orang lain,” tuturnya. Ulama asal Rembang itu menambahkan, hukum-hukum tentang puasa, selain hukum dasar fikih yaitu tidak melakukan sesuatu yang membatalkan puasa, juga harus memakai hukum ilmu tasawuf.

“Seperti menjauhi riba, ghibah, dan namimah. Caranya agar bisa husnudzan kepada orang lain adalah melihat semuanya berdasarkan takdir Allah. Kita baik, tapi juga bisa buruk. Nah, yang sekarang buruk bisa jadi suatu saat jadi baik,” jelasnya.

Gus Baha menegaskan, manusia tidak diutus Allah SWT untuk meneliti orang lain. Dengan mental demikian, di bulan Ramadhan kita lebih fokus mencari ridha Allah SWT dan mendoakan orang mukmin semuanya. “Itu persiapan penting dalam mencari Lailatul Qadar,” tandasnya.

Tamu Agung Dalam kesempatan yang sama, Prof M Quraish Shihab juga berbicara tentang Lailatul Qadar. Menurut dia, Lailatul Qadar adalah tamu agung yang tidak akan berkunjung kepada seseorang yang tidak diyakini bisa menyambutnya dengan baik.

“Orang yang dikunjungi Lailatul Qadar adalah orang yang siap untuk dikunjungi. Persiapan itu selama ini terkadang terlambat,” ungkap Prof Quraish.

Penulis Tafsir Al-Misbah itu mengungkapkan, semestinya sebelum malam 27 Ramadhan sudah ada persiapan.

“Ada ungkapan bulan Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban itu menyiram, Ramadhan saatnya memanen. Jadi harus menyiapkan sejak awal,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Prof Quraish, untuk mencari Lailatul Qadar harus memiliki hati yang damai, diri yang damai, termasuk damai kepada orang lain. “Lailatul Qadar tidak akan datang pada orang yang tidak damai,” tandasnya. (xpo)

Sumber : https://www.nu.or.id/nasional/gus-baha-perlu-persiapan-cari-lailatul-qadar-37vwq

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

“Maling Istimewa” yang Datang di Hari Raya

30 April 2022 - 02:45 WIB

Pengin Mudik? Ini Ijazah Doa dari Kiai Chalwani Berjan

22 April 2022 - 07:12 WIB

Mengenal Ronggowarsito, Pujangga Besar Tanah Jawa : Ternyata Santri Kiai Hasan Besari

21 April 2022 - 16:58 WIB

Mbah Dullah dan Tawadhu’-nya

22 April 2021 - 03:24 WIB

KH. Muhsin Ali, Kiai Suwuk yang Organisatoris

8 Juli 2019 - 04:02 WIB

Pesantren Bersih Itu Sehat

25 Mei 2016 - 22:09 WIB

Trending di Kabar
%d blogger menyukai ini: