Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 12 Agu 2018 16:48 WIB ·

Ini Alasan Pergunu–Kepala MA NU Jepara Studi Banding di Amanatul Ummah


 Ini Alasan Pergunu–Kepala MA NU Jepara Studi Banding di Amanatul Ummah Perbesar

Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu)
Kabupaten Jepara dan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Jepara
melaksanakan kegiatan studi banding ke Pesantren Amanatul Ummah, yang
berada di Jl. KH Abdul Chalim No.1 Kebangbelor, Pacet, Mojokerto,
Sabtu (11/8/2018) kemarin.
Studi banding diikuti pengurus Pergunu Jepara, dan 38 Kepala Madrasah
Aliyah yang bernaung di bawah LP Maarif NU Kabupaten Jepara.
Nur Khandir, Ketua PC Pergunu Jepara didampingi Sekretaris Achmad
Makhalli menyatakan dipilihnya Pesantren Amanatul Ummah karena lembaga
berbasis pesantren tersebut berhasil mengelola lembaga pendidikan
mulai SMP Akselerasi, SMP Unggulan, Madrasah Internasional maupun
lembaga yang lain.
“Tiap tahun lebih dari 100 lulusannya di terima Perguruan Tinggi (PT)
favorit di Indonesia. Separonya masuk fakultas Kedokteran,” terangnya
dalam siaran persnya.
Lulusannya masih menurutnya berhasil mendapat beasiswa studi di
Jepang, Korea, Maroko, Turki, Jerman Australia, Finlandia, maupun di
negara yang lain. Yang patut diacungi jempol Pesantren ini pernah
mendapat penghargaan The Best Famous School.
Rombongan Pergunu dan KKMA 02 Jepara di Amanatul Ummah disambut
langsung KH Asep Saifuddin Chalim pengasuh pesantren yang juga Ketua
Umum PP Pergunu.
Dalam paparannya Kiai Asep menyampaikan 2 kunci sukses Amanatul Ummah.
Pertama, guru yang baik dan sistem yang kompetitif.
“Guru harus terus menjelaskan sampai muridnya mengerti, dan murid
harus terus bertanya sampai dia mengerti,” terangnya.
Sehingga lembaga pendidikan dituntut tidak hanya mengikuti standar
pendidikan dari pemerintah tetapi harus lebih dari itu.
Kesempatan itu Kiai Asep juga menambahkan murid harus mengamalkan
beberapa amaliah di antaranya birrul walidain (berbuat baik kepada
kedua orang tua), menjaga wudlu, berhenti makan sebelum kenyang, dan
lain sebagainya.
Hal lain lain disampaikan H Suwiganto, Ketua KKMA 02 Jepara. Dia
berharap meskipun tidak semua bisa “diduplikat” namun poin-poin
pengalaman dari Amanatul Ummah bisa dicoba di madrasah masing-masing.
(ip)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar