Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Kabar · 19 Mar 2016 15:09 WIB ·

Ini Wasiat KH Muhsin Ali Kepada Keluarga


 Ini Wasiat KH Muhsin Ali Kepada Keluarga Perbesar

Kiai Muhsin dan Habib Syiekh
BUGEL – Mendiang KH Muhsin Ali meninggalkan pesan berharga bagi keluarganya. Walau ditujukan kepada keluarga, pesan itu sungguh bisa dijadikan tanda akhlaq dan karakter pribadi, yang, tentunya, bisa dibaca sebagai pesan untuk kaum muslimin lainnya.
Pesan tersebut ada dalam kata pengantar buku Silsilah Bani Ali-Muslimah (Ban Lima) binti Hj. Maryam, yang ditulis pada 28 Ramadhan 1434/ 4 Agustus 2013.
Dalam pesan tersebut, Kiai Muhsin mengucapkan syukur karena mampu melaksanakan puasa satu bulan penuh setelah terkena stroke pada bulan Ruwah (Sya’ban) 1433 H. Empat bulan kemudian, 15 Dzulhijjah 1433 H, stroke kembali menyerang.
Alhamdulillah saget waras berkat pitulungane Allah melalui Tabib Ali Ridho Keling ngantos sak meniko /Alhamdulillah bisa sehat berkat pertolongan Allah melalui Tabib Ali Ridho Keling sampai sekarang (red),” tulis Kiai Muhsin.
Bagi Kiai Muhsin, sakit itu tidak dimaksudkan untuk merusak, melainkan sebuah ujian. Makanya, keluarga Ban Lima diberikan pesan agar selalu sabar. Bahkan, kesabaran itu nantinya akan berbuah kemuliaan jika bisa disikapi dengan baik. Bakdal Imtihan, Izzul Mar’i au Yuhaan (Setelah ujian, orang bisa jadi mulai atau hina).
Sabar nampa musibah, sabar ngelakoni perintah, sabar nampa kenikmatan. Mboten kok sabar yen nampa kenikmatan sarasan/ Sabar menerima musibah, sabar menjalankan perintah, sabar menerima kenikmatan. Bukan hanya sabar ketika menerima kenikmatan saja (red),” pesan Kiai.
Wasiat Kiai Muhsin tersebut dilengkapi dengan ucapan Sulthanul Auliya Syeikh Abdul Qadir Jailani. Wa’lamuu Annal Baliyyata Lam Ta’til Mu’mina Lituhlikahu. Wainnama Atathu Litakhtabirahu (Ketahuilah, sesungguhnya musibah itu tidak untuk merusak orang beriman, tapi untuk ujian dia).
Di akhir, Kiai Muhsin menulis pesan khusus: “Kabeh keluarga Ban Lima kudu seneng silaturrahim, awet faedahe akeh banget. Setengah saking faedahe iyo iku manjangke umur, jembarke rizqi lan kadang kepethuk karo jodoh.”
Pesan Kiai Muhsin di atas tentu masih relevan untuk problem keumatan. Utamanya soal silaturrahim, yang, dalam beberapa kasus sering jadi solusi atas konflik-konflik kecil di sekitar. Betapa tabah Kiai Muhsin menghadapi ujian yang diberikan Allah. Karakter inilah yang barangkali membuat ribuan orang tetap dating hingga tujuh hari beliau pada Jumat malam (18 Maret 2016). Allah yarham. (abd)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar