Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Headline · 3 Agu 2023 03:20 WIB ·

Lestarikan Tradisi, Grup Rebana El–Mustawa Gelar Pelatihan RKQ


 Lestarikan Tradisi, Grup Rebana El–Mustawa Gelar Pelatihan RKQ Perbesar

nujepara.or.id – Grup Rebana El-Mustawa (Lentera Musik Sholawat Tanggul Wali) mengadakan pelatihan seni tradisi yang bertajuk RKQ. RKQ terdiri dari beberapa bidang pelatihan yaitu rebana, kaligrafi, dan qiro’ah.

Pelatihan RKQ dilaksanakan setiap dua minggu sekali, tepatnya pada hari Rabu malam Kamis yang bertempat di Gedung NU Ranting Tengguli 1. Model kegiatan RKQ dilaksanakan secara selang-seling bidang pelatihan. Apabila minggu ini pelatihan kaligrafi, maka minggu selanjutnya adalah pelatihan rebana.

Pelatihan ini dapat terlaksana atas dukungan dari pengurus NU Ranting Tengguli 1. “Acara ini dapat berjalan atas restu dari pengurus NU Ranting Tengguli 1”, ujar Amar Pembina Grup Rebana El-Mustawa.

Kegiatan pelatihan RKQ bertujuan melestarikan tradisi di masyarakat yang sudah mulai luntur akibat dari berkembangnya zaman. Pemuda Islam saat ini jarang yang bisa qiro’ah, menulis kaligrafi, dan memainkan alat musik rebana.

Ketua Rebana El-Mustawa Riyan Affandi mengatakan “Saya melihat kurangnya minat belajar RKQ di masyarakat. Padahal dulunya RKQ menjadi seni Islam yang membudaya. Sekarang mencari 1 orang saja dalam satu desa untuk qiro’ah saja susah. Inilah yang menjadi latar belakang kami berinisiatif membuka program pelatihan”, ujarnya.

Pada pelatihan beberapa waktu lalu, hadir 25 Peserta dari berbagai usia meramaikan pelatihan RKQ. Pengurus berharap pelatihan ini dapat semakin berkembang.

“Kami berharap peserta pelatihan semakin banyak sehingga tujuan diadakannya kegiatan ini dapat tercapai secara maksimal. Saya yakin jika kegiatan ini banyak peminatnya, 5 sampai 10 tahun ke depan tradisi Islam bisa membudaya seperti dulu lagi”, tambah Amar.

Sebegai upaya pengembangan, pengurus kegiatan pelatihan ini berkomitmen untuk mengadakan pelatihan secara gratis. Dan bahkan akan melakukan penjemputan untuk peserta di luar desa bagi yang berminat mengikuti pelatihan RKQ.

Meisya Yuliana – Kha

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Trending di Bahtsul Masail