Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Headline · 3 Agu 2023 03:20 WIB ·

Lestarikan Tradisi, Grup Rebana El–Mustawa Gelar Pelatihan RKQ


 Lestarikan Tradisi, Grup Rebana El–Mustawa Gelar Pelatihan RKQ Perbesar

nujepara.or.id – Grup Rebana El-Mustawa (Lentera Musik Sholawat Tanggul Wali) mengadakan pelatihan seni tradisi yang bertajuk RKQ. RKQ terdiri dari beberapa bidang pelatihan yaitu rebana, kaligrafi, dan qiro’ah.

Pelatihan RKQ dilaksanakan setiap dua minggu sekali, tepatnya pada hari Rabu malam Kamis yang bertempat di Gedung NU Ranting Tengguli 1. Model kegiatan RKQ dilaksanakan secara selang-seling bidang pelatihan. Apabila minggu ini pelatihan kaligrafi, maka minggu selanjutnya adalah pelatihan rebana.

Pelatihan ini dapat terlaksana atas dukungan dari pengurus NU Ranting Tengguli 1. “Acara ini dapat berjalan atas restu dari pengurus NU Ranting Tengguli 1”, ujar Amar Pembina Grup Rebana El-Mustawa.

Kegiatan pelatihan RKQ bertujuan melestarikan tradisi di masyarakat yang sudah mulai luntur akibat dari berkembangnya zaman. Pemuda Islam saat ini jarang yang bisa qiro’ah, menulis kaligrafi, dan memainkan alat musik rebana.

Ketua Rebana El-Mustawa Riyan Affandi mengatakan “Saya melihat kurangnya minat belajar RKQ di masyarakat. Padahal dulunya RKQ menjadi seni Islam yang membudaya. Sekarang mencari 1 orang saja dalam satu desa untuk qiro’ah saja susah. Inilah yang menjadi latar belakang kami berinisiatif membuka program pelatihan”, ujarnya.

Pada pelatihan beberapa waktu lalu, hadir 25 Peserta dari berbagai usia meramaikan pelatihan RKQ. Pengurus berharap pelatihan ini dapat semakin berkembang.

“Kami berharap peserta pelatihan semakin banyak sehingga tujuan diadakannya kegiatan ini dapat tercapai secara maksimal. Saya yakin jika kegiatan ini banyak peminatnya, 5 sampai 10 tahun ke depan tradisi Islam bisa membudaya seperti dulu lagi”, tambah Amar.

Sebegai upaya pengembangan, pengurus kegiatan pelatihan ini berkomitmen untuk mengadakan pelatihan secara gratis. Dan bahkan akan melakukan penjemputan untuk peserta di luar desa bagi yang berminat mengikuti pelatihan RKQ.

Meisya Yuliana – Kha

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar