Menu

Mode Gelap
Iedul Fitri dan Hari Anti-Kelaparan Sedunia Syarat “Ngaji” di Mbah Google dan Internet Kuatkan UMKM, Ansor Jalin Kerjasama Dengan BNI Jepara NU Jepara Dukung Progam 1 Juta Vaksin Booster Suluk Mantingan : Membangun Relasi Agama, Seni dan Budaya

Kyaiku · 30 Apr 2022 02:45 WIB ·

“Maling Istimewa” yang Datang di Hari Raya


 “Maling Istimewa” yang Datang di Hari Raya Perbesar

Oleh : Murtadho Hadi

nujepara.or.id – Syahdan, suatu pagi di hari raya idul-fitri, moment yang seharusnya penuh suka cita, tapi Bu Nyai Romli Tamim justru tampak sedih menangis di kamarnya. Istri Syaikh Romli Tamim itu menangis karena saat bangun dari tidur mengetahui jika hampir seluruh isi rumahnya raib dicuri maling.

Terutama barang-barang kebutuhan pokok yang sedianya digunakan untuk persiapan menyambut Hari Raya (seperti beras, daging, bumbu, kelapa, gula, dan lain-lain) ludes tak berbekas.

Terang saja pagi yang seharusnya disambut bahagia oleh Bu Nyai Romli, justru jadi moment yang menyedihkan. Ingin memasak dan melakukan aktifitas lainnya untuk mempersiapkan penyambutan Hari Raya pun tidak bisa dia lakukan. Bu Nyai hanya bisa menangis sedih di kamarnya.

Bu Nyai juga merasa dongkol (alias mangkel) kepada Syaikh Romli. Pasalnya, Bu Nyai yakin bahwa sebenarnya Syaikh Romli pasti tahu jika ada maling yang mencuri barang-barang di rumah mereka, tapi dasar Syaikh Romli! Justru pura-pura tidak tahu dan membiarkan maling itu pergi setelah menjarah seisi rumah.

Yang mengherankan, meski seisi rumah ludes, raib dibawa maling. Syaikh Romli Tamim malah tenang-tenang saja seolah tak terjadi apa-apa.

Mendengar suara Isak yang begitu menyayat, Syaikh Romli pun berusaha menghibur istrinya,

“Nyi, nyi…, Mbok ya kesini!,” Panggil Syaikh Romli.

Namun karena Bu Nyai melihat suaminya tenang-tenang saja meski seisi rumah ludes disatroni maling, Bu Nyai pun mendamprat habis-habisan, alias marah besar kepada Syaikh Romli.

Tapi Syaikh Romli Tamim tetap tenang, “Iya tapi ke sini dulu to!’ kata Syaikh Romli menanggapi kemarahan istrinya, sambil menghampiri dan menunjukkan sesuatu yang dibawa Syaikh Romli. Maka Bu Nyai pun jatuh pingsan demi melihat yang dibawa Syaikh Romli.

Syaikh Romli menyodorkan kepada istrinya uang sebesar 6 juta Rupiah (sebuah nominal yang sangat cukup besar di waktu itu). Tak heran istri Syaikh Romli langsung pingsan melihat banyaknya uang yang belum pernah dilihatnya.

Setelah siuman, barulah Syaikh Romli menjelaskan kepada Bu Nyai, “Seorang yang datang dan mengangkut barang-barang kita ini bukanlah rampok biasa Nyi!” Ungkap Syaikh Romli.

“Pencuri yang mengangkuti barang-barang kita ini, adalah Syuhada’ Zaman!” (Maksud Mbah Romli beliau adalah Nabiyyullah Khidir ‘Alaihis-salam). Dan, kepada Bu Nyai, Syaikh Romli pun menyodorkan uang 6 juta (Rizqi “min haitsu la-yahtasib” ) karena telah bersabar membiarkan rumahnya disatroni maling yang bukan sembarang maling alias maling yang istimewa ini.

Suasana pun berubah, Bu Nyai tampak lega menggenggam uang 6 juta, kata Bu Nyai, “Kenapa tidak bilang sedari tadi to Mbah, Mbah…!” Kalau sejak semula malingnya adalah utusan Allah SWT tak perlu marah-marah dan berburuk sangka…* (MH)

Penulis merupakan pengurus LTN NU Jepara
(Petikan Kisah Sufistik Syaikh Romli Tamim Rejoso | Sumber kisah dari Syaikh Shobibiburrohman murid Mbah Romli)

Artikel ini telah dibaca 392 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengin Mudik? Ini Ijazah Doa dari Kiai Chalwani Berjan

22 April 2022 - 07:12 WIB

Mengenal Ronggowarsito, Pujangga Besar Tanah Jawa : Ternyata Santri Kiai Hasan Besari

21 April 2022 - 16:58 WIB

Gus Baha : Perlu Persiapan Cari Lailatul Qadar

16 April 2022 - 15:11 WIB

Mbah Dullah dan Tawadhu’-nya

22 April 2021 - 03:24 WIB

KH. Muhsin Ali, Kiai Suwuk yang Organisatoris

8 Juli 2019 - 04:02 WIB

Pesantren Bersih Itu Sehat

25 Mei 2016 - 22:09 WIB

Trending di Kabar
%d blogger menyukai ini: