Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Hujjah Aswaja · 25 Mar 2024 06:17 WIB ·

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (14)


 Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (14) Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id- Ila hadhroti Nabiyyina wa Habibina wa Syafi’ina wa Maulana Sayyidina Muhammadin Shollallahu Alaihi Wassallam. Al Fatihah
Wa Ila Hadhroti Syech Abdul Qodir al Jilaniy Wa Syech Imam Abul Hasan Asy-Syadzily wa ila khadhroti min imamitthoriqoh kullihim. Al Fatihah
Tsumma ila khadroti ahli sanadina fi kitabil burdah al Habib Abdullah al Hindwan min al Al Habib Ali As Shihab min Asy Syech Nawawi al jepara min syaikhina wa murobbi ruhina simbah Sholeh Darat ushulihi wa furu’ihi, wa ustadzihi wa muridihi wa liman atba’a ilaihi. Al Fatihah
Tsumna ila khadhroti khusushon shohibil burdah Syech imam Abu Abdullah Muhammad bin Sa’id al Bushiriy. Al Fatihah

Bismillahirrohmanirrohim

Nadhom
( 7 & 8 )

Fakaifa Tunkiru Hubban Ba’da Ma Syahidat # Bihi ‘Alaika ‘Udulud Dam’i Wassaqomi
Wa Atsbatal Wajdu Khotthoi ‘Abrotin Wa Dhona # Mitslal Bahari ‘Ala Khoddaika Wal ‘Anami

Ketika sudah jelas dan terang benderang tentang kebenaran cinta kasihmu, bagaimana engkau masih bisa mengingkari kerinduanmu setelah ada dua kesaksian yang terang benderang atas cinta kasihmu yaitu pertama cucuran air matamu dan dan sakitmu yang beragam dan menderamu yang bersaksi atasmu.


Karena cucuran air matamu tanpa ikhiyar dan sakitmu yang lama disebabkan dirimu tidak bisa makan, minum dan tidur adalah menjadi tanda seseorang jatuh cinta dan mabuk cinta kepada sang kekasihnya.
Bagaimana juga engkau bisa mengingkari setelah engkau begitu gundah hati karena jatuh cinta dan mendengar nama sang kekasih hati.


Engkau corat coret indah pipimu dengan cucuran air matamu dan gundah gelanamu.
Cucuran air matamu (‘abrotin) dan gundah gelanamu (dhona) adalah bagaikan bunga mawar yg berwarna kuning sedangkan cucuran air matamu bagaikan bunga mawar yg berwarna merah merona yang memberi makna dan menunjukkan wujudnya wajdu yaitu gundah gelananya hati disebabkan oleh jatuh cinta.


Cucuran air mata diper-lambangkan bunga mawar berwarna merah sedangkan gelisah jatuh cinta diper-lambangkan wajah ke-kuning kuningan bagaikan warna kuningnya bunga mawar. Lalu bagaimana engkau bisa mengingkari kerinduanmu.


Kondisi, setiap seseorang melihat wajahmu maka bisa di tebak bahwa dirimu gelisah jatuh cinta dan selalu membayangkan saat disebut nama kekasihmu yg tdk mungkin engkau mengingkarinya. Maka lebih baik engkau mengakui semuanya.


Sesunggunya maka kata “bahar” adl bunga mawar yg berwarna kuning. Sedangkan kata “‘anami” bermaka bunga bawar berwarna merah.


Dari kedua makna diatas adl cucuran air matamu yang berwarna merah dan cahayamu yg kekuning kuningan itu menunjukkan dirimu jatuh cinta kpd kekasihmu.


Maka kondisi diatas adl sebuah perumpamaan kita jatuh cinta kepada baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Karena kemudian syech Imam al Bushiriy bukannya mempunyai kecintaan dan tujuan selain kpd Gusti Allah SWT dan kpd baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW akan tapi kita sebagai orang mu’min tdk diperbolehkan jatuh cinta selain jatuh cinta dan mabuk cinta kepada Gusti Allah SWT dan kepada baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Semoga ngaji burdah pada sesi ini manfaat, barokah dan mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW fiddiniy waddun-ya wal akhiroh.. Amin Amin Amin

Bersambung..

Artikel ini telah dibaca 98 kali

Baca Lainnya

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga

30 April 2026 - 11:49 WIB

H. Hisyam Zamroni: Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

29 April 2026 - 09:36 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini
Trending di Budaya