Menu

Mode Gelap
Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

Kabar · 30 Sep 2022 04:33 WIB ·

Pedagogy of  Mawlid Bagi Anak Anak 


 Pedagogy of  Mawlid Bagi Anak Anak  Perbesar

Oleh Ustadz Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Sekarang ini anak-anak kita memiliki tantangan yang berat dari sisi “pemanjaan medsos” yang secara massif mempengaruhi pola pikir, perilaku dan pola spiritual mereka. Anak-anak begitu enjoynya bermain dan “ngopeni medsos” dengan memanfaatkan aplikasi bermain game, membaca realitas yang melebihi otaknya dan belajar ngaji agama yang instan. Fenomena “pemanjaan  medsos” tersebut sangat membekas, berpengaruh terhadap pola pikir, perilaku sosial, perilaku keberagamaan bahkan dijadikan  “ideologi baru” sebagai landasan dalam kehidupan sehari hari. 

Fenomena di atas tentu menjadi keprihatinan tersendiri. Namun perayaan maulid Nabi Muhammad SAW pada bulan ini menjadi inspirasi untuk meredam fenomena itu. Perayaan maulid Nabi Muhammad SAW dapat menggiring masyarakat dari semua lapisan khususnya anak anak untuk datang ke masjid, mushola, majlis sholawat, sekolah, madrasah dan komunitas-komunitas sosial.

Anak anak dengan riang gembira selama 12 hari mendatangi majlis-majlis ta’lim mengikuti perayaan  maulid dengan melantunkan lagu puji-pujian dan sholawatan. Anak-anak itu antara satu dengan lainnya, “nggembor” keras-kerasan suara melantunkan puji pujian dan  “bersrokolan”.

Ekspresi anak-anak yang bersholawat ini merupakan sebuah “pedagogy of mawlid” yaitu pendidikan melalui pendekatan perayaan maulid yang membuat anak anak itu secara psikologis menjadi gembira, pola pikir yang cerdas terbuka, berinteraksi dengan sesama dengan egaliter, saling berbagi jaburan dan sekaligus ngaji agama dengan penuh kesantunan dan kasih sayang. 

Medsos vis a vis dengan religiusitas itu sebuah paradoks. Oleh karena itu paradoks realitas kekinian itu harus disinergikan, sebagaimana Prof. Mukti Ali pernah mewanti wanti : sementara ada sebagian kelompok  dengan mantap membidengahkan perayaan maulid yang secara rutin dilaksanakan bakda shalat magrib yang diikuti oleh anak anak kita, di sisi lain kita belum bisa menemukan solusi setiap bakda maghrib anak anak kita enjoy di depan telivisi menonton film-film kartun dan sinetron.

Wanti wanti beliau ternyata menjadi lebih dahsyat resiko “buruknya”  yaitu “pemanjaan medsos” yang lintas batas sosial, budaya dan negara. 

Nah, akhir dari kesimpulannya adalah bahwa pedagogy of mawlid merupakan salah satu proses pendidikan bagi anak-anak dengan model atau cara secara langsung berinteraksi dengan semua lapisan masyarakat yang mampu merubah pola pikir, perilaku dan religiusitas yang cerdas, santun, egaliter, saling berbagi dan beragama dengan cara penuh rahmah yaitu kasih sayang.

Oleh karenanya, pedagogy of mawlid adalah model pendidikan natural yang membentuk sejak dini anak anak berkarakter sebagai manusia sosial dan religius.

*Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim
Trending di Kabar