Menu

Mode Gelap
Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Ditandai Pelantikan Pengurus Ranting NU Sekuro I Maulid Nabi Muhammad SAW: Tauhid, Islam Transformatif, dan Ilmu Sosial Profetik Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

Interaktif Ramadan · 20 Apr 2023 13:27 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan: Mengimplementasikan Abdan Ramadhaniyyan menjadi Abdan Rhabbaniyan 


 Ngaji Tematik Ramadhan: Mengimplementasikan Abdan Ramadhaniyyan menjadi Abdan Rhabbaniyan  Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Satu hari lagi Ramadhan akan meninggalkan kita. Sebulan penuh kita menjalan proses belajar  menjadi “manusia” sebagai “hamba” dan menjadi “manusia”  sebagai “manusia”. 

Ramadhan “menyapa” manusia berupa  “ketundukan dan kepatuhan” menjalankan perintah puasa sebulan penuh yang menjadi “poros ibadah Ilahiyyat” yaitu ibadah yang seluruh “konsekuensinya” baik proses puasanya maupun besar kecil pahalanya adalah menjadi hak “prerogratif” Gusti Allah SWT.

Olehnya, ibadah puasa adalah salah satu  ibadah yang langsung “melangit” yang  berpredikat “muttaqin” atau dengan kata lain Ramadhan menciptakan pribadi pribadi yang memiliki “keshalihan spiritual”. 

Di sisi lain, Ramadhan menciptakan manusia sebagai “manusia”  yang berinteraksi dengan sesama manusia bahkan mahluk hidup lainnya  atas dasar “perilaku” yang baik, santun, lemah lembut, dan dermawan terhadap sesama sehingga Ramadhan menjadi “poros ibadah kemanusian” yang menciptakan pribadi-pribadi yang memiliki “keshalihan sosial”. 

Kedua predikat ini yaitu keshalihan spiritual dan keshalihan sosial adalah hasil pembelajaran satu bulan penuh di bulan Ramadhan melalui kurikulum yang disebut “Abdan Ramadhaniyyan” yaitu “kurikulum Ilahiyyat”  yang langsung dari Gusti Allah SWT.  

Abdan Ramadhaniyyan tidak boleh berhenti pada saat bulan Ramadhan saja, akan tetapi harus “digeser” pada hari-hari setelah bulan Ramadhan dimana hasil pembelajaran kurikulum Ilahiyyat harus diimplementasikan pada hari-hari setelah Ramadhan yaitu menggeser “muttaqin” yang tercipta pada bulan Ramadhan menjadi “Ittaqillaha haitsu ma kunta”.

Atau dengan kata lain menggeser dari Abdan Ramadhaniyyan menjadi Abdan Rhabbaniyyan yaitu mengejawantahkan kurikulum Ilahiyyat Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari yaitu hidup yang selalu shalih spiritual dan shalih sosial. 

Karenanya, bila seluruh hidup kita anggap sebagai bulan Ramadhan, maka kelak kita  akan mendapati akhirat kita  sebagai hari raya. 

Semoga kita diberi kekuatan oleh Gusti Allah SWT mampu mengimplementasikan “perilaku Ramadhan” dalam kehidupan sehari hari setelah bulan Ramadhan. Aamiin Aamiin Aamiin

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Ditandai Pelantikan Pengurus Ranting NU Sekuro I

26 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid

16 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Ula | Loji Gunung Donoroso

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa

16 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi 'Mesuh Sarira' dalam Falsafah Jawa

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara
Trending di Kabar